Kecamatan Pulau Hanaut Bersama PT RMU Gelar Lokakarya

LENSAKALTENG.com - Sampit - Pemerintah Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, bersama PT Rimba Makmur Uta

Sekolah Dituntut Profesional Tegakkan Aturan Zonasi
ASN Diminta Jangan Ikut Berpolitik
Keluhkan Lahan Sekolah yang Sempit

LOKAKARYA : Pemerintah Kecamatan Pulau Hanaut Kotim, bersama PT Rimba Makmur Utama (RMU), menggelar Lokakarya Pemetaan Partisipatif, di aula kecamatan setempat.

LENSAKALTENG.com – Sampit – Pemerintah Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, bersama PT Rimba Makmur Utama (RMU), menggelar Lokakarya Pemetaan Partisipatif, di aula kecamatan setempat, Senin (7/11/2022).

Menurut Kepala Zona Pulau Hanaut PT RMU, Angga menyampaikan, hadir sebagai narasumber dalam lokakarya tersebut, Camat Pulau Hanaut dan Konsultan Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif Kalimantan Tengah.

Kegiatan lokakarya tersebut diikuti 11 desa yang berada di wilayah Kecamatan Pulau Hanaut. “Sebelas desa tersebut adalah Desa Rawasari, Makarti Jaya, Hanaut, Bapinang Hulu, Bamadu, Penyaguan, Babaung, Bapinang Hilir, Babirah, Hantipan dan Bapinang Hilir Laut,” sebutnya.

Menurut Angga, kegiatan lokakarya ini selain bertujuan untuk menyampaikan hasil dari pemetaan partisipatif desa juga untuk menampung saran dan masukan dari para pemangku kepentingan.

“Tidak kalah pentingnya juga yakni kesepakatan bersama terkait batas-batas dan hak kelola lahan dari setiap desa yang ada di Kecamatan Pulau Hanaut,” ucapnya.

“Harapannya dari hasil kegiatan lokakarya ini pemerintah desa dapat membuat perencanaan desa dari potensi yang sudah terpetakan dan tataguna lahan untuk kemajuan desa kedepannya,”tambah Angga.

Pada kesempatan yang sama, Camat Pulau Hanaut Sufiansyah mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan lokakarya itu.

“Pemetaan partisipatif ini berisikan semua data wilayah desa, diharapkan dari kegiatan ini pemerintah desa bisa mengerti serta memahami administrasi pemerintahan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Hanaut Nanang Qasim mengatakan, kegiatan lokakarya pemetaan partisipatif ini sangat penting untuk dilaksanakan guna menghindari konflik dan sengketa lahan, baik antar warga maupun konflik batas antar desa.

“Jangan sampai pihak pemerintah desa tidak mengetahui batas-batas desanya sendiri, karena hal ini akan berpengaruh pada perencanaan tata ruang desa termasuk penetapan pola tata guna lahan desa,”pungkas Nanang. (Red/Tbk)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: