Terkait Penutupan Jalan, Pemkab Gumas Tunggu Komitmen PBS

LENSAKALTENG.com -Kuala Kurun - Saat ini, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) masih melakukan penutupan terhadap ruas Jalan Trans Kurun-Palang

Selalu Imbau Warganya Jauhi Aktivitas Ilegal Minning
Delapan Rumah di Mihing Raya Ludes Terbakar
DLHKP Gumas Bahas Dokumen Andal dan RKL-RPL

WAWANCARA : Bupati Gumas Jaya S Monong didampingi jajaran Forkopimda, saat dibincangi awak media di GPU Damang Batu, Senin (7/11/2022). Foto Red/Don

LENSAKALTENG.com -Kuala Kurun – Saat ini, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) masih melakukan penutupan terhadap ruas Jalan Trans Kurun-Palangka Raya, yang dilakukan sejak tanggal 2 November 2022 hingga sekarang.

Penutupan itu, akan terus berlanjut apabila PBS belum merealisasi komitmen yang disepakati beberapa waktu lalu.

“Sampai sekarang kami masih menunggu realisasi, komitmen PBS terkait dengan penanganan ruas jalan Kurun-Palangka Raya yang melintasi wilayah Gumas,” tegas Bupati Gumas, Jaya S Monong, saat dibincangi awak media di GPU Damang Batu, Senin (7/11/2022).

Hingga sampai sekarang ini kata Jaya, semua PBS belum semua 100 persen berkomitmen dalam penanganan ruas Jalan Kurun Palangka Raya yang mengalami kerusakan. Seperti yang terjadi di daerah Kecamatan Sepang, Mihing Raya dan Kurun sampai sekarang.

“Ya, yang sudah komitmen cuma 50 persen, dan ada juga yang belum sama sekali itu ,”tukasnya.

Nantinya tambah Jaya, di pos Sepang akan disediakan papan informasi bagi PBS yang tidak ada komitmen memenuhi kewajiban mereka untuk perbaikan sesuai perjanjian waktu itu. Lalu, selanjutnya untuk kemajuan dari pekerejaan juga akan diberikan pemberitahuan yang dilaksanakan dari kontraktor.

“Dalam hal ini kita harus berimbang, seperti PBS ada komitmen. Artinya pihak PBS yang memberikan pekerjaan ke kontraktor akan diawasi. Jangan-jangan nanti pihak PBS sudah bayar tetapi kontraktor mengabaikan. Itu yang akan kita pantau bersama Forkopimda dan masyarakat,” tambahnya.

Kedepan sambung Jaya, akan dilakukan transfaransi yang sangat matang. Jadi, semua pihak dapat mengakses info tersebut di pos yang sudah ada di Sepang.

“Pos itu memang kami sediakan sifatnya untuk jangka panjang. Karena seperti sekarang dilalaikan lagi dan lagi. Maka perlu ada dorongan dan ad pengawasan yang ketat agar penyelesaiannya bisa tuntas,”ucapnya.

Sementara itu salah seorang sopir truk PBS, Evin mengungkapkan, dirinya sudah tiga hari tiga malam bertahan, karena disuruh putar ke arah perusahan. Padahal barang yang dibawa yakni pakan ayam, yang dibawa dari perusahan sawit.

“Kami sudah bertahan di tengah jalan ini sekitar tiga malam karena akses jalan ditutup. Kami cuma bisa mengikuti aturan saja,”tandasnya.(Red/Don)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: