PH Agus :  Apresiasi Upaya Donny, Untuk Menemukan Titik Terang Proses Hukum Tetap Berjalan

LensaKalteng.com – PALANGKA RAYA - Upaya yang dilakukan oleh Penasehat Hukum (PH) dari Donny Christianto Sebastian, yakni Guruh Eka Saputra, SH., MH

SDN 3 Sawahan Persiapkan Diri Jelang ANBK
Di Kotim, 108 SMP Telah Akreditasi
Jangan Sampai Covid-19 Serang Klaster Pendidikan

FOTO : Penasehat Hukum dari Prof. Dr. Ir. Yetrie Ludang, MP., yakni Agus Amri, SH., MH., CLA dan rekan dari kantor advokat Agus Amri & Affiliates (TRIPLE A) Balikpapan.

LensaKalteng.com – PALANGKA RAYA – Upaya yang dilakukan oleh Penasehat Hukum (PH) dari Donny Christianto Sebastian, yakni Guruh Eka Saputra, SH., MH., dan Rusli Kliwon, SH., dari kantor advokat “GRH Law Office Advocat & Legal Consultant” yang berkantor di Jalan Sisingamangaraja III No. 01, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah yang meminta klarifikasi dan permohonan maaf dari tiga oknum advokat yang telah mengatasnamakan Donny Christianto Sebastian, mendapat tanggapan dari Penasehat Hukum Prof. Dr. Ir. Yetrie Ludang, MP., yakni Agus Amri, SH., MH., CLA dan rekan dari kantor advokat Agus Amri & Affiliates (TRIPLE A) Balikpapan.

Selanjutnya, Penasehat Hukum Prof. Dr. Ir. Yetrie Ludang MP., yakni Agus Amri, SH., MH., CLA dan rekan dari kantor advokat Agus Amri & Affiliates (TRIPLE A) Balikpapan, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan Whastapps pribadinya, Kamis 19 Januari 2023, sekira pukul 15:45 WIB sore tadi, Agus Amri menanggapi apa yang telah dilakukan oleh Donny melalui penasehat hukumnya, untuk mengklarifikasi informasi yang sempat heboh di masyarakat dan sudah menjadi konsumsi publik, sebenarnya rentetannya itu cukup panjang.

“Apa yang belakangan ini diklarifikasikan oleh mas Donny, sebenarnya ini sudah berlangsung lebih dari setahun lo. Saat itu, lebih dari 30 saksi dihadirkan, namun karena tidak cukup bukti, akhirnya kasus ini dihentikan, baik di kepolisian daerah maupun di kejaksaan negeri. Nah, sebenarnya proses hukum ini dimaksudkan untuk memulihkan keadaan seperti sediakalanya,” ujar Agus.

Dia juga mengatakan mengingat informasi ini sudah masuk ke ruang publik dan telah diketahui oleh sejumlah kalangan di masyarakat, maka tentunya publik juga berhak untuk mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya.

Artinya, proses hukum terkait laporan pengaduan yang telah disampaikan oleh kliennya (Prof. Yetrie) kepada Polresta Palangka Raya pada beberapa waktu lalu akan tetap berjalan, dimana harapannya melalui proses hukumlah yang akan menemukan titik terang-benerangnya sendiri.

Sehingga, dengan demikian publikpun dapat mengetahui sendiri pihak mana saja yang semestinya bertanggungjawab penuh, atas informasi-informasi liar yang sempat beredar di tengah-tengah masyarakat.

“Kami tentunya juga sangat mengapresiasi atas upaya dari Donny untuk mengklarifikasi informasi tersebut. Meski demikian, proses hukum akan terus berjalan, dengan harapan melalui proses hukum ini dapat sekaligus pula memulihkan nama baik dari klien kami (Prof. Yetrie, red) sekaligus pula nama baik Donny itu sendiri, jika itu memang benar bukan Dony lah yang menyampaikan informasi tersebut. Tentunya, fakta-fakta kebenaran yang dimaksudkan oleh Donny harus juga bisa dibuktikan dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum,” tukasnya.

Sementara itu, hal senada disampaikan Ridwan Kurniawan, SE., SH., penasehat hukum yang turut mendampingi Prof. Dr. Ir. Yetrie Ludang, MP untuk menyampaikan laporan pengaduan ke Polresta Palangka Raya (Senin 9 Januari 2023 kemaren,red) mengatakan meski telah diklarifikasi oleh oknum advokat, yakni saudara NS namun proses hukum akan terus berjalan untuk tujuan menemukan titik terangnya.

“Pertanyaan saya, kalau memang benar yang membuat statement atas informasi tersebut bukan saudara Donny, lalu pertanyaan saya apa sebenarnya yang menjadi motif dari saudara NS?, sehingga sampai berani membuat pers release di sejumlah media, dengan menggunakan/mengatasnamakan saudara Donny. Punya dendam apa saudara NS terhadap klien kami (Prof. Yetrie)?,”ujar Ridwan bertanya.

Dia juga mempertanyakan, kalau memang benar saudara NS ini yang membuat statemen atas berita atau informasi tersebut, kok banyak tahu sekali terkait mahasiswa-mahasiswa yang di DO, dan nama-nama orang UPR, khususnya di lingkungan pascasarjana UPR. Harapannya, pertanyaan ini dapat segera terungkap ke publik.

“Sangat disayangkan, baik itu saudara Donny yang notabene adalah lulusan hukum, terlebih saudara NS yang kabarnya berprofesi sebagai advokat, semestinya lebih paham dan mengetahui konsekuensi hukum atas segala perbuatanya yang telah dilakukan,” tandasnya. (Red)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: