Reses ke Dapil II, Harga Bahan Pokok Jadi Sorotan

Reses ke Dapil II, Harga Bahan Pokok Jadi Sorotan

LENSAKALTENG.com - KUALA PEMBUANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan menyampaikan bahwa harga kebutuhan bahan pokok (Bapok) khu

Benyamin Pasambe : Desa Baung Butuh Bantuan Pemerintah
Masa Jabatan Pj Kades Parang Batang Dinilai Tidak Wajar
Terkait Pembahasan Pilkades, Ini Kata Lima Fraksi

LENSAKALTENG.com – KUALA PEMBUANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan menyampaikan bahwa harga kebutuhan bahan pokok (Bapok) khususnya di daerah pemilihan (Dapil) II saat ini mengalami kenaikan harga yang signifikan.

“Berdasarkan kunjungan reses kami di dapil II belum lama ini, banyak keluhan dari masyarakat yang disampaikan ke kami, salah satunya terkait bahan pokok yang terus naik, terutama di pedesaannya harga bahan pokok itu melambung tinggi,” kata Anggota DPRD Seruyan, Rudi Hartono, di Kuala Pembuang, Jumat (17/2/2023).

Dia mengungkapkan, akibat melonjaknya bahan pokok tersebut tidak sedikit dari masyarakat di wilayah setempat menjerit dan meminta agar pemerintah daerah segera memperhatikan kondisi tersebut.

Belum lagi menurutnya, ketika menjelang hari-hari besar keagamaan, seperti pada Bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Natal dan sebagainya, harga bahan pokok di dapil II makin tidak terkontrol. “Kami tidak mengetahui pasti apa penyebab melonjaknya harga bapok itu, tapi kemungkinan dikarenakan para penjual atau distributor yang menjual dengan harga yang tidak mengikuti standar,” katanya.

Selain itu ada kemungkinan lainnya, yang masna secara wilayah dapil II merupakan daerah tengah di Kabupaten Seruyan yang tentu jauh dari pusat ibu kota dan untuk pendistribusian Bapok tersebut juga memerlukan jarak yang jauh sehingga bisa mempengaruhi harga. “Bisa jadi ini kemungkinan kedua, terlebih jika bapok yang dipasarkan disana dibeli sudah dari beberapa distributor tentu harga makin tinggi,” tambahnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Politikus PDI Perjuangan itu berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait turut memberikan pengawasan serta mengontrol harga kebutuhan pokok yang sering mengalami kenaikan harga tersebut secara rutin, terutama pada saat hari-hari besar keagamaan.

“Penting untuk pemerintah daerah mengontrol kebutuhan bahan pokok tersebut setiap saat, sehingga harganya tetap terus stabil, walaupun harga lebih mahal dari pada di kota namun diharapkan tidak terlalu jauh perbedaannya,” pungkasnya. (agg)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: