Disdik Harus Pertimbang Meliburkan Sekolah Saat Bulan Puasa

Kasongan – Menjelang Ramadhan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan yang juga wakil ketua II DPRD Fahrul Razi, meminta

Dewan Minta Dinkes Awasi Peredan Sirup di Apotek
Akan Ada Dua Agenda Penting Yang Dilaksanakan Bulan Ini
Sambut Baik Pelaksanaan Kompetensi Gagasan Inovasi

Foto : Wakil Ketua II DPRD Katingan Fahrul Razi.

Kasongan – Menjelang Ramadhan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan yang juga wakil ketua II DPRD Fahrul Razi, meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Katingan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) bisa meliburikan semua sekolah, hal ini dikatannya kepada sejumlah awak media, Jum’at (3/3/2023) pagi di kantor DPRD Katingan.

Wakil Ketua II DPRD Ini menyebutkan, selama bulan suci Ramadhan terkhusus bagi umat muslim semuanya akan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, sehingga hal ini harus menjadi pertimbangan pihak dinas Pendidikan.

“Untuk menjaga kekhusyukan ibadah puasa umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa, alangkah baiknya semua sekolah diberikan libur penuh,”Pintanya.

Permintaan untuk meliburkan sekolah ini bukan tanpa alasan lanjutnya, jika tidak diliburkan tentu para orang tua khawatir anak-anaknya meninggalkan kewajiban dalam menjalankan ibadah puasa.

“Jika mengacu pada kalender dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) mungkin saja tidak bisa, dengan alasan mengejar kurikulum. Namun, hal tersebut bisa diatur dengan cara menukar degan hari libur yang lain,”ujarnya.

Misalnya, jika hari libur di semester akhir waktunya sekitar 14 hari, bisa dirubah liburnya pada bulan ramadan.

“Jadi, pada akhir semester sekolah tidak lagi libur panjang,” terangnya.

Karena, jika sekolah tetap juga turun pada bulan ramadan maka tidak penuh satu bulan.

“Mungkin hanya 14 hari saja. Sebab, pada hari pertama hingga hari ketiga awal Ramadhan dan se pekan sebelum mengakhiri bulan Ramadhan semua sekolah diliburkan, belum lagi libur pada hari Minggu. Sehingga, aktif belajarnya di bulan Ramadhan hanya 14 hari saja,”Imbuhnya.

Selain itu, jika siswa tetap turun sekolah pada ramadan dalam menuntut ilmu yang diajarkan oleh para gurunya juga kurang maksimal.

“Para peserta didik ini selain dalam keadaan lapar, juga mengantuk,”tandasnya.

(grn)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: