Petani ‘Ladang’ Keluhkan Larangan Bakar Lahan

Petani ‘Ladang’ Keluhkan Larangan Bakar Lahan

LENSAKALTENG.com - KUALA PEMBUANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan mengharapkan agar kebijakan pemerintah terhadap larangan m

Warga Dapil II Usul Pembangunan Sekolah PAUD
DPRD Seruyan dan TAPD Gelar RDP Bahas Tiga Poin Ini
Arahman : Harga Beras Terpantau Melambung Tinggi

LENSAKALTENG.com – KUALA PEMBUANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan mengharapkan agar kebijakan pemerintah terhadap larangan membuka lahan dengan cara dibakar dibarengi dengan solusi untuk petani.

Pasalnya, dengan kebijakan tersebut membuat sebagian petani di Kabupaten Seruyan tidak dapat berladang saat ini, mereka tidak bisa membuka lahan dengan peralatan seadanya tanpa adanya dukungan atau solusi dari pemerintah.

Seperti yang disampaikan oleh Anggota DPRD Seruyan Mistius, ia mengatakan bahwa sebagian petani saat ini sangat mengeluhkan dengan adanya aturan larangan membuka lahan dengan cara dibakar tersebut. Seperti di daerah pemilihan III (Dapil III), banyak dari petani diwilayah tersebut yang terpaksa saat ini tidak berladang seperti biasanya karena tidak bisa menggarap lahan pertanian yang ada.

“Kami sebetulnya mendukung saja dengan kebijakan larangan tentang membuka lahan dengan cara dibakar itu, namun hendaknya pemerintah memberikan solusinya agar petani tetap bisa bercocok tanam,” ucap Mistius.

Ia berharap pemerintah bisa memberikan solusi misalnya dengan cara mendistribusikan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) maupun alat berat lainnya yang bisa dipergunakan untuk mempermudah menggarap lahan pertanian warga.

Selain itu, dari segi operasionalnya mesin pertanian yang diberikan juga harus diperhitungkan dalam kata lain jangan sampai memberatkan beban petani sehingga tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan serta hasil yang didapatkan.

“Ini yang diharapkan para petani saat ini, apapun itu yang kaitannya dengan kebijakan apalagi sifatnya larangan harus dibarengi solusi, agar masyarakat tetap bisa bertani seperti biasanya, karena asal tau saja jika membuka lahan dengan cara manual itu perlu biaya yang mahal dan petani tidak akan mampu,” pungkasnya. (sas)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: