Tertibkan Pengemis Menjamur saat Ramadan

  LENSAKALTENG. com - Palangka Raya - Momentum bulan ramadan atau mendekati hari raya Idulfitri ini seringkali dimanfaatkan oleh sekelompo

Rekomendasi LKPJ Wali Kota Acuan Perbaikan Kinerja
Ketua DPRD Kota Palangkaraya Apresiasi Kesembuhan Pasien Penderita Covid-19
Legislator Pelajari Penyelenggaraan PAUD

 

Wakil Ketua I DPRD Palangka Raya, Wahid Yusuf,

LENSAKALTENG. com – Palangka Raya – Momentum bulan ramadan atau mendekati hari raya Idulfitri ini seringkali dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk mengais rejeki dengan cara meminta-minta atau mengemis. Aktivitas pengemis ini terlihat mendatangi rumah warga, atau ke toko-toko, serta area publik lainnya.

“Aktifitas pengemis ini tentu saja bisa mengganggu ketertiban dan ketenangan warga. Terlebih saat ini warga tengah menjalani ibadah puasa ramadan,”ungkap Wakil Ketua I DPRD Palangka Raya, Wahid Yusuf, Minggu (9/4/2023) di Palangka Raya.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menyayangkan adanya aktivitas pengemis. Terlebih keberadaannya banyak terlihat di beberapa lokasi pasar ramadan.

“Kepada penyelenggara atau panitia pasar ramadan, saya minta agar segera melakukan penertiban aktivitas pengemis ini. Jujur, saya lebih mendukung pedagang-pedagang kecil yang tetap berusaha dari pada memberi kepada pengemis yang pemalas,”tukasnya.

Menurut Wahid, mereka yang memilih menjadi pengemis tidak selalu karena dipengaruhi keadaan kondisi fisik. Hal itu terlihat secara fisik banyak yang masih sehat dan kuat.

Karenanya, pengemis yang seperti itu harus segera ditertibkan supaya tidak mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat.
“Saya melihat kebanyakan karena faktor malas saja. Padahal kalau mau berusaha pasti selalu ada jalan,” ujarnya menambahkan.

Selebihnya Wahid meminta kepada Satpol PP agar bertindak melakukan penertiban bersama dinas terkait lainnya, demi kenyamanan dan ketertiban masyarakat. Hal ini sejalan dengan Perda Kota Palangka Raya Nomor 9 Tahun 2012, tentang penertiban gelandangan dan pengemis (Gepeng).

“Bukan saya tidak memahami kondisi sosial masyarakat, tapi tidak tepat saja. Karena terkadang saya lihat pengemis yang masih sehat di kantong celananya ada rokok. Artinya dia masih bisa beli rokok dari hasil meminta – minta,” timpalnya.

Tidak lupa Wahid mengimbau kepada warga agar jangan membiasakan memberi uang kepada pengemis yang keadaan tubuhnya masih sehat. Hal itu justru akan membuat pemgemis semakin manja dan tak mau berusaha mencari pekerjaan yang lebih baik.(Red/Vd/*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: