Wabup Akan Hadiri Tabligh Akbar Habib Umar di Palangkaraya

Foto : Wakil Bupati Barito Timur, Habib Said Abdul Saleh. Lensakalteng.com - Tamiang Layang - Sudah lumrah bila setiap kunjungan guru mulia sep

Jaksa Masuk Sekolah, Langkah Awal Penyadaran Hukum
Warga Apresiasi Pelayanan KP2KP Tamiang Layang
Segera Selesaikan Pembangunan Jalan Eks Pertamina

Foto : Wakil Bupati Barito Timur, Habib Said Abdul Saleh.

Lensakalteng.com – Tamiang Layang – Sudah lumrah bila setiap kunjungan guru mulia seperti Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, ke suatu wilayah atau negara mendapatkan sambutan yang menggebu-gebu dari para muhibbinnya.

Dengan demikian orang nomor dua di Kabupaten Barito Timur, Habib Said Abdul Saleh yang mendapat undangan kehormatan pada acara tersebut hingga merasakan secara langsung bersentuhan dengan Habib Umar pada sebuah moment.

Habib Said Abdul Saleh menyampaikan hal penting khususnya bagi masyarakat Barito Timur yang ingin menghadiri kegiatan Tablig Akbar harus menjaga akhlak agar mendapatkan barokah dari ulama sufi tersebut.

Caranya, kata dia, dengan tidak melakukan penyambutan secara brutal terhadap kedatangan Habib Umar bin Hafidz. Apalagi sampai terjadi insiden saling dorong.

“Bagi masyarakat Barito Timur dan sekitarnya yang ingin menghadiri kegiatan tablig Akbar bersama Habib Umar bin Hafidz, agar selalu berhati-hati di jalan,” ujar Habib Said Abdul Saleh, Selasa (22/8/2023)

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa barokah kehadiran guru mulia seperti Habib Umar bin Hafidz sama sekali tidak akan berkurang walau tidak menyentuh tangannya karena keadaan yang tidak memungkinkan.

“Dikira yang salaman itu dapat barokah lebih banyak dari yang jauh, yang tidak salaman. Ndak justru yang salaman itu mengganggu, akibatnya lebih jelek. Itu bukan akhlak yang baik,” sambungnya.

Dijelaskannya, kalau cara memperlakukan guru dengan akhlak yang baik itu dapat dilihat seperti para santri pondok pesantren kepada para kiai atau gurunya.

Diakhir pesannya, Habib Said Abdul Saleh mengetuk kesadaran muhibbin agar bersama-sama memuliakan para guru dengan penghormatan baik.

“Jadi kalau ada orang betul-betul kita harapkan nasehatnya, orang-orang yang alim, iri harus kita hormati,” demikian. (ags)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: