Parah, Kekosongan Obat di RSUD Tamiang Layang

Foto : RSUD Tamiang Layang. Lensakalteng.com - Tamiang Layang - Kabar tidak sehat kembali tersiar dari RSUD Tamiang Layang. Rumah Sakit Tamiang

Wabup Bartim Ikuti Upacara Peringatan Hari Pahlawan
Persiapan Dishub Barito Timur Jelang Idul Fitri
Tingkatkan Bakat Anak Muda Melalui Kejurnas Grasstrack Region IV

Foto : RSUD Tamiang Layang.

Lensakalteng.com – Tamiang Layang – Kabar tidak sehat kembali tersiar dari RSUD Tamiang Layang. Rumah Sakit Tamiang Layang daerah itu kabarnya kembali mengalami kekosongan stok obat.

Kejadian ini dibenarkan oleh salah satu di internal RSUD Tamiang Layang.

“Sudah ngk kehitung (jenis obat yang kosong), cuma salep kudis, panu aja yang mungkin masih banyak,” katanya, Jumat (19/1/2023).

Pantauan awak media, mendapatkan tangkapan layar percakapan dokter dan perawat yang begitu putus asa dengan kondisi ini karena harus membatasi suntikan infus untuk setiap pasien atau bahkan obat yang diresepkan kosong sama sekali di Farmasi rumah sakit.

Beberapa sumber juga menjelaskan, kondisi logistik RSUD Tamiang Layang semakin kacau sebab banyak distributor yang tidak mau memasok obat ke RSUD Tamiang Layang dikarenakan hutang obat belom dituntaskan.

“Sejak adanya surat keputusan akreditasi RS kemarin, yang pegang masalah obat langsung ditangani direktur (RSUD), bukan bidang Yanmed atau Farmasi lagi,” ujarnya.

Salah satu sumber menuding direkturnya juga lebih banyak melakukan perjalanan keluar bersama beberapa bawahan dibandingkan berasa di kantor dan membenahi pelayanan kesehatan yang buruk.

Menurut internal RSUD Tamiang Layang tersebut selaras dengan hasil investigasi awak media selama tiga hari di RSUD Tamiang Layang.

Selanjutnya, awak media mencoba meminta keterangan semua pasien dengan jenis penyakit berbeda, dan dari keterangan yang dihimpun bahwa hal sama pernyataan dari pasien, mereka diberi resep oleh pihak Farmasi RSUD Tamiang Layang untuk menebus obat di luar karena obat telah habis.

Kemudian, awak media mendapatkan keterangan bahwa setiap hari keluarga pasien diminta untuk menebus obat tertentu di luar rumah sakit.

Pengakuan memilukan yang diterima awak media dari pasien karena obat yang harus dibeli diluar juga tidak ada di apotek atau toko obat yang berada di wilayah Tamiang Layang.

Ketika awak media akan menghubungi Direktur RSUD Tamiang Layang Vinny Safari melalui pesan WhatsApp dan mengajukan beberapa poin pertanyaan untuk menanggapi keluhan dari internal RSUD Tamiang Layang maupun kekosongan obat yang diakui oleh pasien-pasien yang diwawancarai awak media diklasifikasi, namun ternyata pihaknya ingin memperbaiki internal RSUD Tamiang Layang terlebih dahulu dan tidak mempublikasikan melalui berita. (ags)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: