Januari 2024 Inflasi Kalteng Sebesar 3,40 Persen, Pemprov Siapkan Sejumlah Langkah Strategis

PALANGKA RAYA, LensaKalteng.com – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, diketahui bahwa pada Januari 2024, inflasi Provins

Pertimbangkan Kesehatan, Disdik Kotim Sesuaikan Jam Sekolah
Peringati Sumpah Pemuda, Dispora Kotim Gelar Lomba Pidato
Terkait Program Kemenkeu Mengajar, Ini Harapan Disdik Kotim


FOTO : Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalteng Riza Rahmadi dihadapan awak media.

PALANGKA RAYA, LensaKalteng.com – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, diketahui bahwa pada Januari 2024, inflasi Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 3,40 persen (y-on-y).

Menanggapi angka inflasi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan Riza Rahmadi menyampaikan ada 4 kota yang dijadikan sampel (kota acuan inflasi, red)  dalam penghitungan inflasi di  Kalimantan Tengah, meliputi Palangka Raya, Sampit, Sukamara, dan Kapuas.

“Inflasi di Kapuas sebesar 4,70 persen, Sukamara di angka 3,69 persen, Sampit 2,61 persen, dan di Kota Palangka Raya 2,88 persen,” ujar Riza, Selasa (06/02/24).

Ia menyampaikan, bahwa inflasi dibulan ini disebabkan adanya perayaan Isra Mi’raj, haul guru sekumpul, festival kota air yang ada di Kapuas, hal ini ikut mempengaruhi harga-harga komoditi.

Pemprov sudah melakukan beberapa program untuk mengendalikan tingkat inflasi, salah satunya adalah pasar penyeimbang yang sudah diresmikan oleh Gubernur Kalteng mulai dari Sampit, Katingan, Kapuas, Pulang Pisau, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.

“Dan kami akan mempercepat bantuan pangan, sampai dengan tanggal 31 Januari 2024 penyaluran bantuan pangan untuk 113.880 sudah sampai 61,69 persen, kita harapkan di tanggal 7 Februari bantuan akan tersalurkan 100 persen,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Muhlis Ardiansyah perwakilan dari BPS Prov. Kalteng menyampaikan komoditas utama terhadap inflasi Provinsi Kalimantan Tengah 3,40 persen bulan Januari 2024 (y-on-y) adalah pada komoditas daging ayam ras.

“Komoditas utama yang mengalami inflasi adalah daging ayam ras 0,54 persen,diikuti beras 0,53 persen, sigaret kretek mesin 0,21 persen, ikan gabus 0,17 persen dan ikan patin 0,14 persen. Sedangkan andil deflasi yaitu minyak goreng, bawang merah, ikan papuyu, telur ayam ras dan baju muslim wanita,” tandasnya. (Adyy/YD)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: