Kalangan Legislator DPRD Kalteng Kembali Pertanyakan Kejelasan Penanganan Kasus Dugaan Malpraktik di RSUD Doris Sylvanus

PALANGKA RAYA, LensaKalteng.com - Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Bidang Hukum, Pemerintahan dan Keuangan, Yohannes Freddy Ering, me

PDI Perjuangan Tunda Umumkan Rekomendasi Bacalon, Ini Penjelasannya
Pengelolaan Galian C Sebaiknya Dikembalikan ke Daerah
OPD Diminta Optimalkan Penyerapan Belanja Pemerintah Tahun 2021

FOTO: Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Bidang Hukum, Pemerintahan dan Keuangan, Yohannes Freddy Ering.

PALANGKA RAYA, LensaKalteng.com – Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Bidang Hukum, Pemerintahan dan Keuangan, Yohannes Freddy Ering, menyoroti prosedur dan sistem layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus kota Palangka Raya yang baru-baru ini kembali menyita perhatian karena adanya dugaan kasus malpraktik.

Meninggalnya balita berusia dua minggu akibat dugaan kesalahanan prosedur penanganan medis menambah catatan buruk pelayanan rumah sakit tersebut.
Menurutnya, walaupun sudah ada tanggapan dari RS itu sendiri akan tetapi diharapkan kasus seperti ini harus jelas penyelesaiannya dan diharapkan tidak lagi terulang.

“Bagaimana kelanjutan penanganan dugaan malpraktik di Doris Sylvanus? Ya jangan sampai mengendap begitu saja, apalagi balita tersebut meninggal tidak wajar,” ujarnya, Kamis (08/02/2024).

Legislator PDIP ini menyebutkan, kasus yang baru-baru ini terjadi bukan merupakan kali pertama terjadi, karena sebelumnya banyak kejadian serupa di rumah sakit pemerintah daerah tersebut hanya saja tidak tersorot atau bahkan tidak jelas sampai sekarang penanganannya.

Dia bahkan mengaku menyaksikan langsung bagaimana seorang pasien yang juga merupakan seorang teman harus meregang nyawa seusai dioperasi pemasangan ring. Dimana hal tersebut tidak jauh berbeda dengan kasus meninggalnya balita usia dua minggu, yakni sama-sama akibat dugaan kesalahan prosedur medis.

“Yang saya dengar banyak kasus pemasangan ring yang berakhir dengan kegagalan dan notabene menyebabkan kematian pasien karena kesalahan prosedure penanganan,” ujar dia lagi.

Oleh sebab itu, lanjut Freddy, penanganan kasus yang baru-baru ini terjadi diharapkan turut membongkar kasus serupa lainnya yang juga terjadi di rumah sakit ini guna mencari tahu bagaimana terangnya kasus tersebut. Sehingga diharapkan jangan sampai masalah besar yang berkaitan dengan nyawa manusia dibiarkan begitu saja.

“Jadi ini ibarat fenomena gunung es, penanganan kasus balita meninggal ini akan mengusut kasus dugaan malpraktik lainnya Ini artinya masih cukup banyak kejadian yang terjadi akibat kesalahan prosedur,” pungkasnya. (mr/yd)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: