PWI Gelorakan Semangat Berjejaring Organisasi Pers Global South di Belt and Road Journalists Forum 2026

PWI Gelorakan Semangat Berjejaring Organisasi Pers Global South di Belt and Road Journalists Forum 2026

LENSAKALTENG.com - NANJING - Ketimpangan pemberitaan global yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir sangat mungkin diatasi oleh para insan per

Tujuh Kapolres di Kalteng Resmi Berganti
Hijaukan Lokasi TMMD, Dandrem 102/Panju Panjung Tanam Pohon
Sekda Hadiri Apel Persiapan Pengamanan Pemilu

FOTO : Wakil Ketua Hubungan Luar Negeri PWI Pusat, Aldi Gultom

LENSAKALTENG.com – NANJING – Ketimpangan pemberitaan global yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir sangat mungkin diatasi oleh para insan pers Global South dengan berjejaring berkelanjutan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Pusat), Aldi Gultom, saat menyampaikan pandangannya dalam ‘Seminar on Global South Media Exchange and Cooperation Joint Voice: Elevating the Discourse Power of the Global South’ di Nanjing International Youth Convention Hotel, di Nanjing, Provinsi Jiangsu, Tiongkok, Jumat (16/10/2026) sore.

Seminar ini adalah bagian dari rangkaian Belt and Road Journalists Forum 2026 yang melibatkan sekitar 200 wartawan internasional dari semua benua. Beberapa seminar dengan isu-isu spesifik seperti kerja sama ekonomi di tengah perubahan dunia, aplikasi kecerdasan buatan (AI) seiring transformasi media, serta kerja-kerja cek fakta, berjalan paralel sepanjang rangkaian forum yang berlangsung selama sepekan.

Menurut Aldi Gultom, sampai sekarang sebagian wilayah di dunia hanya menjadi objek arus informasi global, baik karena pilihan mereka sendiri maupun karena keadaan. Negara-negara Global South di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Oseania lebih sering diposisikan sebagai pengamat pasif walau mereka memiliki pengalaman khas dalam membangun dan memajukan kehidupan dan memiliki pelajaran berharga yang dapat dibagikan kepada negara lain.

Kini, seiring modernisasi negara-negara berkembang dan kian luasnya penggunaan teknologi digital, dia meyakini bahwa para jurnalis Global South akan semakin mudah untuk terhubung, menceritakan kisah mereka dan membagikannya kepada dunia. Peliputan bersama, berbagi konten, dan bekerja sama untuk memperkuat suara Global South sangat mungkin dilakukan. Namun, semua itu membutuhkan kesadaran bersama, solidaritas, dan kepemimpinan.

Organisasi-organisasi pers dari negara Global South bisa memulai, misalnya, dengan pelatihan digital dan pemahaman tentang teknologi informasi yang dapat membantu mengubah keadaan. Dengan begitu, jurnalis dari negara-negara Global South memiliki peluang lebih besar untuk bekerja lintas negara, bertukar bahan liputan, bahkan melakukan peliputan bersama, dan mendistribusikan konten secara langsung kepada masyarakat.

“Kemampuan bercerita adalah kekuatan kita. Sekarang saatnya memperkuat kemampuan bernarasi dengan penguasaan teknologi informasi. Pertanyaannya, apakah organisasi-organisasi pers dari negara-negara Global South bersedia mengambil peran?” katanya.

Belt and Road Journalists Forum 2026 yang berjalan hanya beberapa hari di Nanjing mungkin tak bisa menuntaskan semua tantangan terkait aspek teknis untuk mewujudkan kerja sama besar itu.

“Namun, setidaknya, kita pulang dari forum ini dengan komitmen bersama untuk membangun jaringan, bekerja sama, dan belajar menceritakan kisah kita sendiri dengan suara dan cara pandang kita sendiri,” kata dia.

Dalam refleksinya berdasarkan pengalaman mengikuti rangkaian Belt and Road Journalists Forum yang diisi tur ke beberapa destinasi budaya di Provinsi Jiangsu, Aldi mengatakan, tradisi bercerita yang kaya serta budaya yang kuat dalam mendokumentasikan dan menuturkan sejarah sendiri adalah pelajaran penting dari bangsa Tiongkok.

“Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari China untuk memperkuat kemampuan kita dalam bercerita, sekaligus memastikan bahwa suara dan kisah kita sendiri dapat didengar oleh dunia,” katanya.

Terkait itu, Zhang Yun, profesor di Sekolah Hubungan Internasional Universitas Nanjing, yang turut hadir sebagai pakar dalam seminar tersebut, memberikan tanggapan. Dia menegaskan bahwa mispersepsi adalah salah satu masalah kunci yang harus diperhatikan para jurnalis Global South dalam kerja-kerja jurnalistik.

Zhang Yun juga mengingatkan bahwa kehadiran para jurnalis Global South di Nanjing tidak lepas dari semangat Konferensi Asia-Afrika di Bandung, tahun 1955. Dia berharap ‘Semangat Bandung’ menginspirasi lahirnya ‘Semangat Nanjing’ yang mendorong jurnalis negara-negara berkembang untuk merepresentasikan bangsanya sendiri dalam arus pemberitaan global.

*Mengenai Belt and Road Journalists Forum*

Forum Jurnalis Belt and Road merupakan kegiatan utama dari Belt and Road Journalists Network (BRJN).

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2017, forum ini telah sukses digelar selama delapan kali berturut-turut, dengan menghadirkan hampir 300 pimpinan organisasi pers jurnalis dan eksekutif senior media dari berbagai negara setiap tahunnya.

Forum ini secara konsisten menjunjung tinggi Semangat Jalur Sutra yang berlandaskan pada prinsip “perdamaian dan kerja sama, keterbukaan dan inklusivitas, saling belajar, serta saling menguntungkan”.

Melalui kunjungan lapangan dan diskusi tematik, forum ini berbagi kisah-kisah inspiratif, pengalaman profesional yang berharga, serta wawasan terkini yang berorientasi ke masa depan. Dengan demikian, forum ini memperdalam pertukaran dan kerja sama di antara organisasi jurnalis dari negara-negara dan kawasan yang berpartisipasi dalam Inisiatif Belt and Road.
JasaEkspor

Forum ini juga memungkinkan organisasi jurnalis menjalankan peran khas mereka secara lebih optimal dalam mempererat hubungan antarmasyarakat serta memperkuat landasan dukungan publik terhadap Inisiatif Belt and Road.

Sementara Belt and Road Journalists Network (BRJN) merupakan platform internasional untuk pertukaran dan kerja sama antarorganisasi jurnalis yang diprakarsai bersama oleh All-China Journalists Association (ACJA) bersama organisasi-organisasi jurnalis dari negara dan kawasan yang berpartisipasi dalam Inisiatif Belt and Road.
JasaEkspor

Jaringan ini berfungsi sebagai wadah pelayanan dan penghubung bagi lebih dari 110  organisasi jurnalis representatif di seluruh dunia, yang secara keseluruhan mencakup 1,67 juta tenaga profesional media.

Tahun ini, dengan mengusung tema “Konvergensi dan Konektivitas, Inovasi dan Kemajuan, Transformasi Media di Tengah Perubahan Global”, forum jurnalis Belt and Road diselenggarakan di Nanjing, Provinsi Jiangsu, Tiongkok bagian timur, sepanjang 12-18 Oktober 2026. (don/pwi/*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!