Wakepsek MasioTerbukti Mencabuli Siswinya Divonis 12 Tahun Poto Sogi LENSAKALTENG,PALANGKA RAYA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri P
Seusai diwancara ,lalu petugas dari Kejaksaan memasuki wakepsek cabul itu kedalam sel sementara Pengadilan Negeri Palangka Raya sebelum dibawa ke rumah Rotan Kelas II-A km 5 Palangka Raya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedy Frangky menyatakan siap melanjutkan ke pengadilan tingkat banding untuk menghadapi perlawanan terdakwa. Dalam persidangan sebelumnya, Masio memang berdalih melakukan pemerkosaan terhadap Bunga. Kejadian antara dirinya dan korban disebutnya sebagai perselingkuhan biasa.
Dia juga membantah pernah mengancam Bunga maupun siswi lainnya di sekolah. Kejadian berawal saat Masio mengirimkan SMS ke telepon selular (ponsel) milik Bunga yang merupakan muridnya, Sabtu (24/8/2013). SMS tersebut berisi ancaman untuk melayani nafsu pelaku atau tidak diluluskan dari sekolahnya. Karena merasa takut, Bunga mengiyakan permintaan Masio. Bunga yang disuruh datang ke ruangan Wakepsek digerayangi secara paksa oleh pelaku yang seharusnya menjadi teladan ini. Masio akhirnya menyetubuhi Bunga meski sempat melakukan perlawanan dan mengeluh kesakitan.
Merasa tidak tersentuh hukum dan yakin ancamannya dituruti Bunga, Masio melakukan perbuatan ini secara berulang sehingga total terjadi 5 kali persetubuhan. Ironisnya, pada kejadian keempat hampir dipergoki istri Masio yang datang ke sekolah mencari suaminya. Saat istrinya menunggu diluar ruangan, rupanya Masio tengah memaksa Bunga melayaninya. Meski nyaris ketahuan perlakuan ini kembali berlangsung sebulan kemudian atas permintaan Masio. Bunga akhirnya merasa tertekan karena perlakuan yang dia terima dan menceritakan kejadian ini pada kakak sepupunya.
Pihak keluarga Bunga berang dan gusar mendengar kejadian ini akhirnya melapor ke pihak yang berwajib dan akhirnya berujung dengan penangkapan Masio.fakta persidangan yang terjadi terhadap wakepsek SMA di Sepang Simin Kabupaten Gunung Mas ini yang menciderai dunia pendidikan di Kalimantan Tengah, sebagai pembelajaran untuk para pendidik agar bisa menjaga keimanan dan moralitas serta memiliki landasan jiwa senagai Tut Wuri handayani, kejadian yang mencoreng dunia pendidikan ini jangan pernah ada lagi terjadi kekerasan seksual terhadap anak didik.( sogi)

COMMENTS