Bukit Bulan dan Bukit Ulin Simpan Kekayaan Hayati

Bukit Bulan dan Bukit Ulin Simpan Kekayaan Hayati

KASONGAN,LENSAKALTENG.COM - Bukit Bulan dan Bukit Ulin di wilayah Desa Kecamatan Tumbang Bulan, Kecamatan Mendawai menyimpan kekayaan hayati yang begi

Jadi Irup HUT Bank Kalteng,Bupati Katingan Dikejutkan Ucapan HBD Ke-58
Pilkades Serentak di Katingan Berlangsung Aman Lancar
Bupati Resmi Lantik Puluhan Pejabat

KASONGAN,LENSAKALTENG.COM – Bukit Bulan dan Bukit Ulin di wilayah Desa Kecamatan Tumbang Bulan, Kecamatan Mendawai menyimpan kekayaan hayati yang begitu beragam. Kondisinya masih terjaga hingga saat ini, hal itu dikarenakan masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Sebangau.

Kepala Desa Tumbang Bulan M Yusran mengatakan, letak Bukit Bulan dan Bukit Ulin berada di sebelah Timur desa dan berbatasan langsung dengan wilayah Kota Palangka Raya.

“Kedua bukit di tengah-tengah luasnya hutan rawa itu juga masuk kawasan Taman Nasional Sebangau. Makanya tahun 2016 lalu Pemkab Katingan menggagas ekspedisi besar-besaran ke sana, tujuannya untuk melihat langsung potensi alam dan keanekaragaman hayati,” ujarnya, Kamis (24/5).

Yusran menggambarkan, di kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai gudangnya berbagai jenis anggrek langka. Bahkan di Bukit Bulan juga banyak ditemukan berbagai macam jenis tumbuhan obat-obatan. Sedangkan di kawasan Bukit Ulin yang lokasinya tidak begitu jauh dari Bukit Bulan juga menyimpan ribuan batang kayu jenis ulin yang keberadaannya kian langka dan berstatus dilindungi negara.

“Beberapa pohon ulin di sana bahkan ada yang berusia ratusan tahun, rata-rata berdiameter dua meter lebih. Bahkan dipeluk dua orang dewasa sekalipun tidak sampai,” katanya.

Sejauh ini, pohon ulin di bukit itu tidak pernah dijarah atau dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab alias tergolong hutan perawan. Untuk sampai ke kaki bukit, harus menggunakan alat transportasi air seperti kelotok atau kapal cepat.

“Kalau air sedang dalam kelotok bisa langsung ke kaki bukit, tapi kalau di musim kemarau terpaksa harus berjalan kaki. Total perjalanan biasanha sekitar tiga jam dari Desa Tumbang Bulan dengan menyusuri Sungai Bulan,” jelasnya.

Di Sungai Bulan, pengunjung yang ingin melakukan perjalanan atau ekspedisi bakal disuguhi pemandangan menarik berupa kampung nelayan yang terapung di sepanjang sungai.

“Mata pencaharian warga kami sebagian besar nelayan tangkap, dan Sungai Bulan merupakan sumber penghidupan utama nelayan untuk mencari nafkah keluarga,” pungkasnya. (BS)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: