Bupati Akui Masih Banyak Hal Yang Harus Diperjuangkan Untuk Kemajuan Kotim

Bupati Akui Masih Banyak Hal Yang Harus Diperjuangkan Untuk Kemajuan Kotim

Bupati Kotim Supian Hadi saat memberikan sambutan pada pesta rakyat dan car free day didampingi Sekda Kotim Halikinnor serta Dan¬dim 1015 Sampit Letko

586 CPNS Bakal Ikuti Tahapan Prajabatan Ini Pesan Komisi III
Disnakertrans Kosong Laporan Masalah THR
Resmi Ditutup, Kegiatan TMMD Bantu Selesaikan Persoalan di Tingkat Desa

Bupati Kotim Supian Hadi saat memberikan sambutan pada pesta rakyat dan car free day didampingi Sekda Kotim Halikinnor serta Dan¬dim 1015 Sampit Letkol Inf Sumar¬lin Marzuki, Minggu (6/1).

LENSAKALTENG.com,SAMPIT – Pesta rakyat dan car free day dalam rangka hari Jadi ke-66 Kabupaten Kotawaringin Timur (7Januari 1953-7 Januari 2019) berlangsung meriah. Tam¬pak ribuan pengunjung yang hadir pada kegiatan tersebut.
Bupati Kotim Supian Hadi mengatakan, pesta rakyat dan car free day ini merupakan apresiasi Pemkab Kotim atas pencapaian yang telah diberikan di masa kepe-mimpinannya kepada masyarakat. Bupati mengaku masih banyak hal yang harus diperjuangkan untuk kemajuan Kotim. Tentunya dalam memberikan yang terbaik bagi daerah tidak semudah memba¬likan telapak tangan.
“Saya mengakui, pembangunan suatu daerah tergantung dari ang¬garan, terlebih lagi di Kotim ini. Meski memiliki banyak program, tetapi anggaran tidak mencu¬kupi untuk melanjutkan program tersebut mustahil akan berjalan. Apalagi terkait masalah peraturan yang berlaku dalam menjalankan program ke depan, tentu harus sesuai dengan aturan untuk melak¬sanakannya,” kata Supian Hadi saat memberikan sambutan pesta raky¬at di Taman Kota Sampit.
Supian meminta maaf kepada masyarakat Kotim. Karena ma¬sih banyak harapan yang berada di pundaknya yang belum bisa dilaksanakan. Sebab, faktor terba¬tasnya aggaran dan aturan yang menyebabkan kemajuan di Kotim ini, sehingga pembangunannya tidak seperti apa yang diharapkan masyarakat. Bahkan dirinya men¬gakui, seharusnya Kotim 10 kali lebih maju dari yang sekarang ini.
“Ke depan, tantangan dan per¬masalahan kian kompleks yang akan terjadi. Saya berharap tan¬tangan dan permasalahan tersebut harus dihadapi bersama dengan menjaga falsafak Kotim yakni Habaring Hurung. Sebab, kema¬juan dan perubahan suatu daerah dimulai dengan semangat keg¬otong-royongan dalam aktivitas kehidupan terlebih dalam pemer¬intahan,” tegasnya. (tri)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: