DBD Kembali Hantui Warga Kotim Ini Saran Komisi III

DBD Kembali Hantui Warga Kotim Ini Saran Komisi III

LENSAKALTENG.com,SAMPIT- Penyakit Demam Berdarah (DBD) kembali menyerang warga Kotawaringin Timur (Kotim) baru-baru ini. Salah satunya menimpa Ahmad Y

Enam Pejabat Terpilih Harus Lanjutkan Program yang Ada
Ketua DPRD Kotim Sementara Desak Paripurna, Ini Tanggapan Sekwan
Dibangun Jadi Mall Pelayan, Pedagang Di Plaza Setuju Pindah

LENSAKALTENG.com,SAMPIT- Penyakit Demam Berdarah (DBD) kembali menyerang warga Kotawaringin Timur (Kotim) baru-baru ini. Salah satunya menimpa Ahmad Yani tokoh masyarakat yang bermukim di Kecamatan MB Ketapang tersebut.

Dikonfirmasi awak media ini, pria yang merupakan warga asli kelahiran Desa Luwuk Ranggan,Kecamatan Cemapaga itu sempat dirawat di RSUD Dr Murjani Sampit lantaran terkena serangan DBD tersebut pada sudah dipulangkan kerumahnya di Jalan Kembali setelah dirawat beberapa hari dirumah sakit.

“Bapak sudah pulang kerumah,” Ujarnya Dapid salah satu anak lelaki korban Senin (28/1) tadi pagi.

Terpisah Sekertaris Komisi III DPRD Kotim, Hero Haripanno Mandouw meminta agar pihak pemerintah daerah lebih agresif lagi dalam memberantas penyakit DBD ini agar tidak ada lagi korban-korban selanjutnya.

“Khususnya Dinas Kesehatan kita, agar tidak hanya melakukan sosialisasi saja akan tetapi melakukan pencegahannya agar tidak ada lagi korban di Kotim ini, DBD ini sejatinya dari nyamuk artinya masih ada perkembangbiakan nyamuk DBD di Kotim ini,” Ujarnya.

Dia menegaskan selama ini langkah-langkah epektif yang dilakukan dalam mencegah penyebaran DBD maupun langkah memberantas DBD di Kotim ini dinilai masih tergolong lemah sehingga setiap tahunnya selalu saja ada korban.

“Hampir setuap tahun ada saja korban baik itu korban yang dirawat di rumah sakit bahkan ada yang sampai meninggal itu kita ketahui terjadi beberapa tahun lalu, nah untuk itu kita harap pihak terkait mencari solusi terbaik tidak hanya mengandalkan perawatan dan sosialisasi saja,” Tutupnya.(So)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: