Pemrov Kalteng Hadiri FGD Polda Kalteng dengan Mahasiswa dan Influencer

Pemrov Kalteng Hadiri FGD Polda Kalteng dengan Mahasiswa dan Influencer

LENSAKALTENG.com -  Plt. Gubernur Kalimantan Tengah diwakili oleh Staf Ahli Gubernur (SAG) Bidang Kemasyarakatan dan SDM Herson B. Aden menghadiri keg

Gubernur Yakin Pilkada Serentak 2018 di Kalteng Berjalan Aman dan Damai.
Meski Pandemi, Capaian PAD Pemkab Bartim Tidak Kendur
Diusung Parpol Ini, 2M Serahkan Berkas Pendaftaran ke KPU Kapuas

LENSAKALTENG.com –  Plt. Gubernur Kalimantan Tengah diwakili oleh Staf Ahli Gubernur (SAG) Bidang Kemasyarakatan dan SDM Herson B. Aden menghadiri kegiatan Pembukaan Forum Group Discussion (FGD) Kepolisian Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) dengan Mahasiswa, Influencer, dan Organisasi Mitra Polri, bertempat di Ballroom Aquarius Boutique Hotel, Kota Palangka Raya, pada Senin, 16 November 2020.

Poto : Forum Group Discussion (FGD) Kepolisian Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) dengan Mahasiswa, Influencer, dan Organisasi Mitra Polri, bertempat di Ballroom Aquarius Boutique Hotel, Kota Palangka Raya, pada Senin, 16 November 2020.

Kegiatan Focus Group Discussion yang mengusung tema “Dengan Semangat Kepahlawanan, Kita Cegah Ujaran Kebencian dan Anti Pemerintah demi Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia” tersebut dibuka oleh Kapolda Kalteng melalui Wakapolda Brigjen Pol Indro Wiyono.

Menyampaikan sambutan Kapolda, Wakapolda mengungkapkan, saat ini teknologi informasi telah mengalami perkembangan pesat, termasuk media sosial. Selain banyak manfaat yang diberikan, media sosial juga dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya adalah begitu mudahnya penyebaran ujaran kebencian dan anti pemerintah di dunia maya.

“Kita tahu, dengan kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat, begitu masif, sehingga kalau dulu lidah kita lebih tajam dari pedang, tapi sekarang bukan lidah kita, tapi jari jemari kita, dengan mencet, kita punya smartphone dan sebagainya. Kita dituntut lebih bijak dalam menggunakan IT,” ungkapnya.

Ditegaskan lebih lanjut oleh Wakapolda, para pemuda memiliki potensi dan peran yang sangat penting dalam memberantas masalah-masalah ujaran kebencian dan anti pemerintahan itu. “Generasi muda adalah generasi penerus bangsa yang mempunyai kemampuan, kepintaran, keberanian, dan tekad kuat untuk melindungi Bangsa Indonesia yang kita cintai ini,” tandas Wakapolda.

Wakapolda pun menjelaskan, ada beberapa strategi yang harus dilakukan untuk memberantas masalah ujaran kebencian tersebut, diantaranya: meningkatkan pemahaman keagamaan, membentuk komunitas-komunitas cinta damai di lingkungan sekitar, menyebarkan virus damai di dunia maya, dan menjaga persatuan dan kesatuan.

“Mahasiswa, pemuda, organisasi mitra Polri bisa menjadi pioneer dalam pembentukan komunitas damai,” pungkas Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Indro Wiyono.

Tampak pula hadir mengikuti kegiatan Focus Group Discussion ini, diantaranya Kasrem 102/PJG Kolonel Inf. Ibrahim Pulungan, pejabat Mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), sejumlah Rektor Perguruan Tinggi, akademisi, dan mahasiswa mahasiswi dari berbagai Perguruan Tinggi di Palangka Raya.(BAP)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: