LENSAKALTENG.com - KASONGAN – Jembatan Box Culvert penghubung di ruas Kereng Pangi–Kasongan, yang menjadi salah satu akses vital masyarakat menuju K

FOTO : Jembatan Box Culvert Kereng pangi – Kasongan Ambruk
LENSAKALTENG.com – KASONGAN – Jembatan Box Culvert penghubung di ruas Kereng Pangi–Kasongan, yang menjadi salah satu akses vital masyarakat menuju Kota Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, dilaporkan putus pada Minggu (5/7/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan arus transportasi lumpuh total, sehingga kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas dan aktivitas masyarakat terganggu.
Berdasarkan foto dan informasi yang beredar di media sosial serta diterima redaksi, badan jalan pada jembatan mengalami kerusakan berat hingga amblas. Warga yang berada di lokasi tampak berkumpul menyaksikan kondisi jembatan yang tidak lagi dapat dilalui kendaraan. Bahkan, untuk menghindari kendaraan mendekati titik kerusakan, masyarakat menumpuk material batu di atas badan jalan sebagai tanda peringatan agar tidak terjadi kecelakaan.
Salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi, Tri, mengatakan peristiwa ambruknya jembatan terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya, kejadian tersebut sempat membuat masyarakat sekitar panik karena jembatan merupakan jalur utama yang setiap hari dilintasi kendaraan dari berbagai arah.
“Ambruk, Pak. Baru saja terjadi. Untung tidak ada warga yang melintas di atas jembatan tersebut,” ujar Tri.
Jembatan tersebut merupakan jalur strategis yang selama ini menjadi penghubung antar Kabupaten sekaligus akses utama masyarakat menuju ibu kota provinsi. Lumpuhnya jalur tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi logistik, kebutuhan pokok, aktivitas ekonomi, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga perjalanan masyarakat yang memiliki kepentingan mendesak.
Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan bahwa jembatan tersebut diduga merupakan bagian dari proyek Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, yang dikerjakan pada tahun 2024. Apabila informasi tersebut benar, maka usia hasil pekerjaan tersebut relatif masih baru.
Karena itu, kejadian ini menimbulkan berbagai pertanyaan yang patut dijawab secara terbuka oleh pihak yang berwenang. Masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai penyebab runtuhnya jembatan, apakah dipengaruhi faktor teknis, kondisi tanah, beban lalu lintas, bencana alam, atau faktor lainnya yang hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan teknis yang komprehensif.
Hingga berita diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Balai Pelaksana Jalan Nasional Kalimantan Tengah mengenai penyebab runtuhnya jembatan, langkah penanganan darurat, maupun estimasi waktu pemulihan akses. Kondisi tersebut memunculkan harapan agar instansi terkait segera memberikan informasi resmi sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada informasi yang beredar di media sosial.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat di sekitar lokasi, beberapa unit alat berat dilaporkan telah bergerak menuju titik runtuhnya jembatan. Kehadiran alat berat tersebut diharapkan menjadi langkah awal penanganan darurat untuk membuka kembali akses transportasi yang saat ini terputus.
Masyarakat berharap penanganan tidak hanya berfokus pada perbaikan sementara, tetapi juga disertai evaluasi teknis secara menyeluruh. Mengingat fungsi jembatan yang sangat vital, proses investigasi diperlukan untuk memastikan penyebab kerusakan serta mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian serius karena menyangkut pelayanan infrastruktur publik yang dibiayai melalui anggaran negara. Oleh sebab itu, masyarakat berharap pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, khususnya Direktorat Jenderal Bina Marga dan BPJN Kalimantan Tengah, segera mengambil langkah cepat, melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh, menyampaikan hasilnya secara transparan kepada publik, serta mempercepat pemulihan akses agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Selain itu, masyarakat juga berharap lembaga pengawas yang berwenang dapat melakukan pengawasan sesuai kewenangannya terhadap proses penanganan maupun evaluasi teknis atas peristiwa tersebut, sehingga seluruh proses berjalan secara akuntabel dan memberikan kepastian kepada masyarakat.
Kini, harapan masyarakat tertuju pada tindakan cepat pemerintah. Mengingat jalur Kereng Pangi–Kasongan merupakan salah satu urat nadi transportasi menuju Kota Palangka Raya, setiap keterlambatan penanganan berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang semakin luas. Oleh karena itu, masyarakat menunggu langkah nyata berupa penanganan darurat, penyampaian informasi resmi, serta percepatan perbaikan agar konektivitas antarwilayah dapat segera pulih kembali. (Don)

COMMENTS