Palangka RayaSlider

Warga Masyarakat Antusias Ikuti Nobar Film G/30/S/PKI di Makorem 102 dan UMP

Palangka Raya – GK – Acara nonton bareng Film Pengkhianatan G/30/S/PKI yang diinisiasi Korem 102 Panju Panjung disambut masyarakat dengan antusiasme dan minat yang besar . Terbukti pada kegiatan nonton bareng di dua lokasi yakni Makorem 102 pada Jumat 29 September dan Sabtu, 30 September di Halaman Universitas Muhammadiyah disesaki ratusan penonton. Mereka rela bertahan menyaksikan film sejarah ini walau berdurasi lebih dari tiga jam. Bahkan di Universitas Muhammadiyah, belasan warga dan pengendara motor berjejalan di pinggir jalan menyaksikan film ini dari samping luar arena.


Di Makorem , panitia menyiapkan satu buah layar LCD berukuran besar dan beberapa buah  tenda besar untuk menampung penonton . Karena minat dan antusiasme penonton yang tinggi, tenda yang disediakan tidak mencukupi sehingga penonton  meluas hingga ke pelataran lain di halaman Makorem. Dalam pemutaran ini, panitia juga menyiapkan band pengiring dan door prize bagi penonton untuk menyemarakkan acara. Ikut  hadir dalam kegiatan nobar ini, sejumlah paguyuban lintas daerah, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, mahasiswa dan komponen masyarakat lainnya.

Sebelum memulai pemutaran, Danrem 102 Panju Panjung, Kolonel Armed Naudi Nurdika  Jumat (29/09/2017) malam memberikan secuplik pemaparan mengenai bahaya , sepak terjang dan keganasan komunisme secara global. Tak hanya di sejumlah Negara di dunia, komunisme ternyata  lihai melakukan penyusupan dan infiltrasi untuk menguasai politik, hukum, sosial dan pengaruh agama di sebuah tatanan masyarakat. Seluruh pihak diminta mewaspadai penyebaran ajaran komunisme yang dinilai bertentangan dengan semangat Pancasila, Hak Asazi Manusia dan musyawarah mufakat. Pergerakan komunis yang penuh intrik menyelinap ke lapisan dan komponen masyarakat patut diwaspadai dan dihentikan sejak awal.

“ Benih dan bibit sekecil apapun haruslah dipadamkan terlebih dahulu layaknya mematikan api yang tak perlu menunggu api menjalar besar terlebih dahulu”, jelasnya.

 Komunisme haruslah dipandang sebagai bahaya laten yang bergerak di bawah dan mencari momentum tepat merobohkan seluruh landasan fundamental berbangsa.

Sementara itu salah satu warga masyarakat yang ditemui sejumlah wartawan sebelum nobar film G/30/ S/ PKI di Makorem, Muslikatun, mengatakan G30 S PKI menjadi momen sejarah bagi Negara Indonesia  dimana ke depan,  orang tua harus waspada, apalagi jika latar belakang tidak kondusif,  anak-anak akan  mudah bergaul dengan lingkungan yang tidak benar .

“Apalagi kini banyak  ormas yang anti Pancasila dan anti Indonesia yang bertujuan visi  Bhineka Tunggal Ika dipecah belah.  Kami sekeluarga menonton tayangan ini untuk menunjukkan kepedulian terhadap NKRI dengan kerelaan hati.”, terangnya.

Sementara di Kampus Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, pemutaran nonton bareng ini disesaki oleh ratusan mahasiswa yang tak hanya berasal dari Green Kampus UMP. Panitia menyediakan dua layar infokus di halaman utama dan sisi belakang halaman kampus. Bahkan kegiatan ini juga menarik minat dari pengendara sepeda motor yang melintas yang kemudian menontontn film ini di pinggiran lokasi.
Secara keseluruhan, kegiatan di dua lokasi ini berjalan tertib, aman dan lancar tanpa kendala berarti.  (Sogi)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: