PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM - Minimnya saran hiburan dan pariwisata Kalteng acap kali membuat masyarakat banyak beralih ke luar Kalteng untuk mend
PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM – Minimnya saran hiburan dan pariwisata Kalteng acap kali membuat masyarakat banyak beralih ke luar Kalteng untuk mendapatkan hiburan dan berwisata, sehingga sebagian besar peredaran uang lebih banyak ke luar Kalteng.
Hal ini diungkapkan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Wuryanto kepada wartawan saat menghadiri acara Desiminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) dengan tema “Pertumbuhan Tinggi, Kesejahteraan Belum Merata” di ballroom Swissbell-hotel Danum Palangka Raya, Kamis (22/3/2018).
Meski demikian, menurut Wuryanto sekarang Pemerintah Provinsi Kalteng maupun Kota terus menggalakan dan mengembangkan sektor pariwisata secara maksim. Namun yang paling penting bagaimana menarik minat para wisatawan baik nasional maupu manca negara untuk datang berwista ke Palangka Raya. Contohnya, pemerintah bisa mengadakan event tingkat nasional atau lokal, tapi dikemas sedemikian rupa sehingga mampu menarik minat para wisatawan atau tamu pemerintah daerah yang datang ke Palangka Raya.
Memperbanyak event festival budaya juga berpotensial meningkatkan pariwisata, tapi dikolaborasikan dengan event Spot Tourism, misalkan diadakan Goes Bersama Internasional atau lari maraton internasional. Disitulah nantinya dibarengi dengan event budaya maupun tari tarian daerah dengan mengundang budaya daerah lain untuk berkolaborasi.
Bahkan event pariwisata, termasuk Festival Budaya Isen Mulang yang dikolaborasikan dengan Spot Tourism tersebut dijadikan agenda tetap tiap tahun, sehingga para wisatawan akan datang kembali berkunjung ke Palangka Raya. Seperti halnya, daerah Banyuwangi ada miliki 77 festival budaya, rutin setiap tahun diselenggarakan dan mampu menarik para wisatawan untuk datang ke Banyuwangi.
“Demikianlah harapannya untuk provinsi Kalteng agar sektor pariwisata ini tumbuh dan berkembang, dampaknya akan menimbulkan multi player efek terhadap pertumbuhan ekonomi Kalteng secara umum, dan ekonomi kreatif juga tumbuh dengan baik sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng, H. Kaspinor mengungkapkan kegiatan Desiminasi KEKR ini sangat bagus karena dalam rangka menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dan harus rutin dilaksanakan.
Dirinya berharap dalam pertemuan Desiminasi KEKR yang akan datang, supaya melibatkan atau menghadirkan pakar Sosiologi. Tujuannya untuk melihat perilaku masyarakat yang selama ini cenderung lebih banyak berbelanja maupun berwisata ke luar Kalteng sehingga perputaran uang lebih banyak beredar di luar Kalteng tersebut.
Perilaku masyarakat ini yang perlahan perlu dirubah, namun dengan catatan sektor pariwisata di Kalteng harus dibenahi lebih dulu, baik itu infrastruktur maupun ketersediaan SDM, sarana dan prasarana.
“Perlu dipikirkan bagaimana cara mendorong partisipasi dunia usaha untuk mengalihkan industri atau berinvestasi ke Kalteng dengan melibatkan masyarakat lokal untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, mengenai pariwisata ini perlu dilakukan riset terlebih dulu, misalkan minat para wisatawan itu apa aja. Kalau wisata alam berarti fokusnya ke wisata alam dan harus dijaga dan pelayananya ditingkatkan. Kemudian budaya yang dipertahankan dan dilestarikan itu apa saja, inilah diperlukan sebuah riset sejauh mana kebutuhannya.(Wan)

COMMENTS