HeadlineKalimantan Tengah

Meski Lelah, Keluarga Yansen Terus Berjuang Demi Keadilan

JAKARTA, LENSAKALTENG.COM – Sidang kasus pembakaran sekolah dengan terdakwa Yansen Binti untuk kesekian kalinya kembali digelar, Rabu (2/5/2018) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Agendanya sidang kali ini masih menghadirkan saksi ad charge yang memperkuat alibi Yansen di Gunung Mas pada tanggal 2 Juli 2017. Sejumlah saksi dihadirkan, yaitu Pdt. Tesi Irawaty, Warteno, Salundik, Ridho, Rahmansyah, dan Yanson.

Ruang sidang sejak jam 15.00 WIB telah dipenuhi sejumlah saksi, kerabat dan keluarga Yansen Binti, padahal sidang dijadawalkan pada jam 16.00 WIB.

Suasana penuh haru memenuhi atmosfir ruang sidang ketika Yansen memasuki ruang sidang dan langsung menyalami para saksi. Tak pelak tangisan haru terdengar disela-sela pelukan hangat antara Yansen dan para saksi.

Sidang yang telah memasuki bulan yang ke 5 ini memang terasa melelahkan karena sudah berlangsung sejak Januari 2018. Khususnya bagi Yansen dan keluarga.

“Kami ini lelah, tapi kami akan
terus berjuang demi keadilan untuk Yansen Binti” kata Maryati Isman, istri Yansen Binti yang setia menemani dengan tinggal di Jakarta sejak 7 bulan lalu. “Sekalipun saya menggunakan kursi roda dan
banyak keterbatasan, tapi saya dan keluarga berusaha untuk tabah dan terus menemani suami saya”
ujar Maryati dengan mata berkaca-kaca.

Sebagaimana diketahui salah satu pokok perkara yang dituduhkan kepada Yansen Binti adalah
menghadiri pertemuan di rumah Betang Jl. RTA Milono Palangka Raya pada tanggal 2 Juli 2017.
Dimana Yansen dituduh menghadiri pertemuan yang adalah rapat persiapan untuk membakar
sekolah.

Sidang kemarin dimulai jam 16.50 wib dengan menghadirkan saksi pertama Pdt. Tesi Irawaty, yang menjadi pemimpin ibadah di Gereja Sion pada tanggal 2 Juli 2017 jam 08.00 pagi, dimana Yansen hadir mengikuti ibadah. “Pak Yansen datang beribadah bersama kami pada kebaktian tanggal 2 Juli itu” ujar Pdt. Tesi.

Dalam keterangannya, saksi menceritakan bahwa dalam ibadah itu Yansen sempat menyanyikan lagu rohani di depan semua jemaat. “Pak Yansen mempersembahkan pujian dan menyerahkan kenang-kenangan berupa Alkitab berbahasa Dayak kepada Gereja kami.” Terang Pdt.
Tesi.

Saksi berikutnya adalah Rahmansyah. Saksi adalah seorang legislator di Gunung Mas yang pada tanggal 2 Juli 2017 mengikuti kegiatan Yansen Binti sejak siang hingga malam hari di tanggal 2 Juli 2017.

Keterangannya kembali meyakinkan hakim bahwa pada hari Minggu 2 Juli tersebut Yansen Binti memang berada di Gunung Mas. Serupa dengan kesaksian Rahmansyah saksi berikutnya yaitu Rido I Labih, keterangannya menguatkan kesaksian sebelumnya bahwa Yansen Binti memang berada di Gunung Mas. Bukan di Palangka Raya (mengikuti pertemuan rapat) seperti yang dituduhkan JPU.

Saksi lain yang dihadirkan adalah Warteno, tuan rumah acara perkawinan adat yang dihadiri Yansen Binti pada tanggal 2 Juli jam 15.00 – 18.00.

“Benar bahwa pak Yansen hadir di acara pernikahan adat di rumah saya, bahkan sebagai tokoh masyarakat beliau kami minta untuk memberi wejangan bagi kedua mempelai. Itu kedua mempelai juga saya bawa kesini” tegas Warteno sembari menunjuk ke kursi hadirin.

Dari 4 acara yang dihadiri Yansen hari itu, acara terakhir adalah acara pernikahan di desa Tanjung Riu, saksi yang menyaksikan kehadiran Yansen adalah Salundik, tuan rumah acara pernikahan di desa
Tanjung Riu.

“Pak Yansen tiba di rumah saya jam 19.30, setelah makan bersama, pak Yansen pamit sekitar jam 20.30 wib” jelas Salundik.

Selain para saksi dari Gunung Mas, sidang juga menghadirkan staf Komisi B DPRD Kalteng, Yanson. Dalam keterangannya saksi menegaskan bahwa Yansen Binti adalah memang benar anggota DPRD Kalteng sebagai anggota Komisi B. “Apakah komisi B itu menangani soal sekolah atau pendidikan?”

Tanya Kuasa Hukum Yansen. “Bukan pak, Komisi B itu membidangi perekonomian, bukan Pendidikan” tegas Yanson.

Keterangan Yanson ini membantah keterangan BAP tersangka sebelumnya yaitu Suriansyah yang pernah menyebutkan bahwa Yansen Binti adalah anggota DPRD komisi C. Secara umum sidang kemarin menambah kuat fakta-fakta persidangan bahwa Yansen Binti tidak terlibat pembakaran sekolah.

Keterangan saksi-saksi ini disertai dengan dokumentasi foto yang tidak
terbantahkan bahwa pak Yansen tidak terlibat pembakaran sekolah seperti yang dituduhkan.” Ujar
Sastiono Kesek SH, Penasihat Hukum Yansen.(Wan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: