PALANGKA RAYA,LENSAKALTENG.COM - Walikota Palangka Raya HM Riban Satia mengimbau sekaligus mengingatkan masyarakatnya, untuk tidak melakukan pembakara
PALANGKA RAYA,LENSAKALTENG.COM – Walikota Palangka Raya HM Riban Satia mengimbau sekaligus mengingatkan masyarakatnya, untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan, mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau.
“Kemarau tahun ini di prediksi lebih kering sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Maka itu kita berharap kesadaran masyarakat,” ungkap Riban, Kamis (19/7/2018).
Menurut Walikota dua periode ini, bukanlah hal yang baru bila masyarakat harus memahami adanya larangan tersebut, mengingat pada tahun 2015 lalu, Palangka Raya yang merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, telah terpapar oleh kabut asap. Sehingga berdampak pada berbagai sendi kehidupan. Baik kesehatan, maupun beragam aspek kehidupan masyarakat itu sendiri.
“Kondisi saat ini beda, jangan diartikan pemerintah tidak pro dengan rakyat Terutama bagi peladang, yang terbiasa melakukan kegiatan pembukaan lahan saat kemarau, maka jaman sekarang tidak diperkenankan,” tegas Riban.
Lanjutnya, bila berkaca dari peristiwa terjadinya bencana asap di Palangka Raya, maka ancamannya sangat berpengaruh besar bagi masyarakat. Bahkan imbas efeknya, Palangka Raya menjadi perhatian negara luar, manakala pemerintah dan masyarakatnya dinilai tidak mampu mengantisipasi bencana kabut asap.
“Jadi ini butuh kesadaran masyarakat, bahkan pemerintah secara terpusat sudah membuat aturan dan masyarakat harus mentaati. Ayo bersama saling membantu agar ‘Kota Cantik’ ini dapat terbebas dari bencana kabut asap,” tutur Riban.
Sementara itu, berdasarkan rilis yang disampaikan Media Center Posko Penanganan Bencana Kebakaran Hurtan dan Lahan Provinsi Kalimantan Tengah, dimana mengacu prakiraan cuaca dari BMKG, bahwa hampir seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Tengah telah memasuki musim kemarau. Terutama pada bulan Juli 2018 dan diperkirakan sampai dengan bulan Oktober 2018.
Musim kemarau tahun ini juga diprediksi lebih kering dibanding 2016 dan 2017 sehingga tingkat kemudahan terbakar akan semakin mudah dibanding tahun sebelumnya.
Masyarakat diimbau bersama-sama melakukan upaya-upaya pencegahan dan mitigasi bahaya kebakaran hutan dan lahan, yaitu saling mengingatkan untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, ingatnya. (Wan)

COMMENTS