JAKARTA, LENSAKALTENG.COM - Seorang jurnalis atau wartawan tidak hanya membuat berita yang berbobot dan berkualitas, tapi juga harus dapat dipertanggu
JAKARTA, LENSAKALTENG.COM – Seorang jurnalis atau wartawan tidak hanya membuat berita yang berbobot dan berkualitas, tapi juga harus dapat dipertanggung jawabkan, sehingga tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Artinya, penulisan berita khususnya berita tentang ekonomi harus berbasis data yang akurat, data diambil dari situs atau website resmi misalkan bps.co.id dan website resmi lainnya. Jadi berita disajikan berbarengan dengan data.
Hal ini diungkapkan, Redaktur Harian Kompas, Dewi Indriastuti pada acara
Pelatihan dan Gathering Media Masa se Kalimantan (Kalteng, Kalsel, Kalbar dan Kaltim), Jumat (14/9/2018) di ballroom Hotel Mercure Ancol Jakarta.
Dewi menambahkan, dengan melibatkan berbagai narasumber yang berkompeten, lengkap dengan data tentu akan menyajikan sebuah berita yang layak dibaca dan menjadi kebutuhan masyarakat.
“Jadi dalam penyajian berita atau informasi kepada masyarakat dengan sejelas mungkin, data lengkap sehingga tidak membuat masyarakat panik dengan berita yang disajikan, misalkan masalah harga daging ayam atau beras yang naik,” terangnya.
Menurutnya, tugas wartawan ekonomi menyajikan informasi dengan bahasa yang lebih sederhana, mudah dimengerti dan dapat dipertanggung jawabkan, karena banyak istilah ekonomi dari berbagai instansi terkait.
Menjawab pertanyaan wartawan, Dewi mengungkapkan, seorang editor tugasnya mengedit berita yang ditulis wartawan, bahkan editor juga harus tau informasi/pengetahuan, punya data baik mengenai perkembangan di lapangan, nama nara sumber, nama instansi dan jabatan yang jelas. Karena dalam penulisan berita diupaya jangan sampai salah penulisan nama nara sumber, jabatan, instansi dan lain sebagainya.
Jadi selain wartawan juga harus mengetahui kondisi di lapangan, seorang editor juga harus punya pengetahuan/informasi yang memperkaya isi berita tersebut.
“Sebuah media yang paling penting dijaga adalah konten beritanya, ini lho permasalahannya, ini lho solusinya, tidak hoax. Karena pembaca mencari kebenaran, jadi tidak hanya mengejar kecepatan berita seperti media online, yang penting konten berita harus jelas,” ucap Dewi lagi.
Ia menambhkan, dalam penulisan berita juga tidak bisa menghakimi atau men-judge pihak lain, yang penting wartawan menyajikan informasi dengan tau kondisi dan permasalahan di lapangan, punya data akurat dan konfirmasi berita ke berbagai pihak terkait.
Jadi menjelaskan dengan jelas berdasarkan fakta, nanti masyarakatah yang akan menilai, bebernya.
Ia menyarankan kepada wartawan agar lebih perbanyak membaca baik mengenai Perbankan, BPS, tentang perdagangan. Cek and Ricek ke lapangan, konfirmasi ke nara sumber terkait, dan punya data yang akurat. Wartawan pun sering-seringlah berkoordinasi maupun diskusi dengan redaktur untuk bertukar pengetahuan dan pemikiran untuk memperkaya tulisan.(Wan)

COMMENTS