Kota Deflasi 0,13 Persen, Sampit Inflasi 0,27 Persen

Kota Deflasi 0,13 Persen, Sampit Inflasi 0,27 Persen

Palangka Raya,LensaKalteng.Com - Selama bulan Agustus 2018, Palangka Raya mengalami deflasi sebesar 0,13 persen atau mengalami penurunan indeks harga

Kepala BKD Kalteng Hadiri Upacara Hari Jadi ke-67 Kalteng
Perencanaan 2025: Bapperida dan DPRD Kalteng Kompak
Kesadaran Hidup Sehat ASN Ditingkatkan

Palangka Raya,LensaKalteng.Com – Selama bulan Agustus 2018, Palangka Raya mengalami deflasi sebesar 0,13 persen atau mengalami penurunan indeks harga dari 130,33 (Juli 2018) menjadi 130,16 (Agustus 2018).

Deflasi di Palangka Raya ini didominasi oleh menurunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan (1,05 persen) dan sandang (0,33 persen). Laju inflasi tahun kalender (2,34 persen) didominasi oleh lonjakan kenaikan indeks harga kelompok bahan makanan (3,74 persen) serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (3,17 persen).

Hal ini diungkapkan kepala Badan Pusat Statistim (BPS) Provinsi Kalteng, Hanif yahya didmpingi seluruh jajarannya, pada acar Rilis Berita Resmi Statistik, Senin (3/9/2018).

Ia melanjutkan, sementara inflasi tahun ke tahun (2,42 persen) didominasi oleh pengaruh kenaikan indeks harga kelompok sandang (4,27 persen) dan kesehatan (4,11 persen).

Namun di Sampit terjadi inflasi sebesar 0,27 persen atau mengalami kenaikan indeks harga dari 136,82 (Juli 2018) menjadi 137,19 (Agustus 2018).

Terjadinya inflasi terutama dipengaruhi oleh meningkatnya indeks harga pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (1,48 persen) serta makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,74 persen).

Laju inflasi tahun kalender (4,59 persen) dan inflasi tahun ke tahun (5,38 persen) di Sampit, lebih tinggi
dibandingkan di Palangka Raya. Laju inflasi tahun kalender juga dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (6,60 persen) dan bahan makanan (6,27 persen), bebernya.

Menurutnya, dilihat dari kontribusinya terhadap tingkat inflasi tahun ke tahun, juga masih didominasi oleh kenaikan indeks harga kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (8,91 persen) dan bahan makanan (5,56 persen).

Selama tiga bulan terakhir, tingkat harga di pasar eceran Palangka Raya cenderung turun melandai namun di Sampit masih fluktuatif.

Puncak inflasi yang terjadi selama Juni 2018 di Palangka Raya (1,14 persen), menurun secara konsisten hingga Agustus 2018. Sedangkan puncak inflasi di bulan yang sama di Sampit (1,82 persen), menurun di bulan berikutnya namun menguat kembali di Agustus 2018. Merosotnya indeks harga sebagian besar komoditas/jasa kebutuhan, jelasnya.

Ia menambahkan, dari sembilan kota IHK di wilayah Kalimantan selama Agustus 2018, seluruh kota pantauan harga mengalami inflasi, kecuali empat kota terjadi deflasi yakni Tanjung (1,09 persen), Pontianak (0,64 persen), Palangka Raya (0,13 persen), dan Balikpapan (0,02 persen). Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan (0,62 persen).

Indeks harga yang cukup tinggi terjadi di Tarakan (144,99) dan Pontianak (144,15). Indeks harga di Palangka Raya masih merupakan yang paling rendah dibandingkan kota lainnya, terang Hanif.(Wan)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: