HeadlinePalangka Raya

Melalui AKSes, Investor Bisa Pantau Langsung Portofolio Investasinya

PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bekerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi di
Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) yang merupakan fasilitas
perlindungan investor Pasar Modal Indonesia, serta memberikan informasi terbaru tentang pengembangan infrastruktur yang tengah dilakukan KSEI.

Pejabat Sementara (Pjs.) Kepala Unit Pelayanan Pelanggan 1 KSEI Ruth Yendra dalam pemaparannya menjelaskan, ”Fasilitas AKSes kami sediakan agar investor dapat memantau langsung portofolio investasinya pada lembaga yang memang diberikan mandat untuk
menyimpan data portofolio investor sesuai Undang-Undang Pasar Modal.

“Jadi, ibaratnya investor itu memiliki akses langsung untuk melihat investasinya di sistem kami,” ucap Ruth pada acara Media Luncheon bersama PT KSEI di Aroma Resto, Kamis (18/10/2018).

Selain menyampaikan penjelasan kepada media setempat, rangkaian kegiatan sosialisasi di Palangka Raya ini mencakup kegiatan edukasi di Universitas Palangka Raya.

Berdasarkan data KSEI per akhir September 2018, saat ini Kalimantan Tengah menempati urutan ke-23 jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia, dengan jumlah investor sebanyak 3.353. Dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 1.515 investor yang berdomisili di kota Palangka Raya atau yang terbesar di Kalimantan Tengah.

Adapun jumlah investor di Pasar
Modal Indonesia hingga akhir September 2018, telah mencapai sekitar 1.479.995 investor, yang mencakup investor pemilik Efek, Reksa Dana dan Surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia.

Ruth menambahkan, “Sosialisasi dan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran investor untuk senantiasa memanfaatkan fasilitas AKSes untuk mencegah penyalahgunaan wewenang dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah investor yang
memanfaatkan fasilitas AKSes masih sekitar 11%. Mengatasi hal tersebut, saat ini KSEI tengah mengembangkan fasilitas AKSes menjadi AKSes Next Generation (AKSes Next-G) dengan fitur-fitur yang semakin menarik dan semakin mudah digunakan.

“Nantinya yang dapat memanfaatkan fasilitas AKSes Next-G tidak hanya investor tapi juga Perusahaan Efek, Bank Kustodian, bahkan masyarakat umum. Hal ini memungkinkan karena KSEI sudah bekerjasama dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk memanfaatkan data kependudukan untuk layanan di pasar modal.

Sehingga nanti untuk menggunakan fasilitas AKSes Next-G cukup dengan memasukan Nomor Induk Kependudukan saja,” jelas Ruth.

Menurutnya, kerjasama dengan Ditjen Dukcapil tak hanya dilakukan dengan KSEI, namun juga dengan pelaku pasar modal lainnya. Pada penghujung tahun 2016 lalu, atas inisiasi KSEI, Ditjen Dukcapil dengan 100 pelaku industri pasar modal menjalin kerjasama terkait pemanfaatan data kependudukan untuk mempercepat dan mempermudah pembukaan rekening Efek.

Melalui simulasi yang dilaksanakan, pembukaan rekening Efek dengan menggunakan alat baca KTP elektronik hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit, dimana sebelumnya butuh waktu beberapa hari.

KSEI juga menyadari bahwa aktivitas investasi di pasar modal yang nyaman perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai. Menyikapi hal tersebut, pada 30 Agustus 2016 lalu KSEI telah meluncurkan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu atau S-INVEST yang merupakan platform dan sistem yang terintegrasi untuk industri Reksa Dana.

Sistem S-INVEST mampu menyederhanakan proses yang dilakukan oleh pelaku industri Reksa Dana dalam mengadministrasikan semua transaksi Reksa Dana, sehingga lebih efisien dan transparan, terangnya.

Ruth menambahkan, KSEI menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengimplementasikan sistem terpadu untuk Reksa Dana, mengikuti jejak pasar modal Korea Selatan. Atas kesuksesan KSEI meluncurkan S-INVEST, KSEI berhasil memperoleh penghargaan Marquee Awards sebagai Best Central Securities Depository in South East Asia 2016 oleh Alpha South East Asia.

Di tahun 2018, KSEI merencanakan penerapan electronic Voting (e-Voting) untuk mengakomodasi penggunaan hak suara investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanpa perlu kehadiran investor secara fisik.

Diharapkan hal ini dapat memudahkan investor, khususnya investor yang memiliki lebih dari satu Efek, maupun investor di daerah dan investor asing yang tidak berdomisili di tempat berlangsungnya pelaksanaan RUPS, harapnya.

Salah satu proyek strategis yang telah terwujud, lanjut Ruth, adalah pengembangan sistem utama KSEI yakni C-BEST Next Generation (C-BEST Next-G) untuk meningkatkan kecepatan dan kapasitas sistem hingga 10 kali lipat, sebagai antisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal. (Wan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: