Gunung Mas

Pembangunan Gereja Parawei Dimulai

GUNUNG MAS, LENSAKALTENG.COM – Pembangunan Gereja Parawei di Desa Tanjung Riu, Kecamatan Kurun, dimulai. Hal ini ditandai dengan pelatakan batu pertama pembangunan geraj oleh Wakil Bupati Gunung Mas Rony Karlos, S.Sos, Kamis (11/10/2018).

Peletakan batu pertama ini menandakan dimulainya pembangunan gereja yang terletak di pinggir jalan lintas Kuala Kurun Sepang Simin.

“Kita patut bersyukur karena berkat campur tangan Tuhan kita Yesus Kristus, sehingga kita dapat memulai peletakan batu pertama gereja Parawei Jemaat Tanjung Riu ini,” ucap Wabup.

Bupati berharap agar pembangunan gereja ini dapat menjadi momentum untuk memperkokoh semangat kebersamaan, dan memberikan nuansa baru dalam menumbuhkan tekat bagi iman.

Kepada seluruh jemaat diminta untuk bersatu untuk membangun gereja tersebut dengan baik, sesuai keinginan dan harapan semua. Dari Pemerintah Kabupaten Gunug Mas tentu akan terus memotivasi seluruh umat beragama, baik dalam bentuk materil maupun dukungan moril.

Pada kesempatan ini, Pemkab Gumas meminta maaf apabila belum bisa memaksimalkan dalam memberikan bantuan keuangan sesuai yang diharapkan. Memang banyak pengajuan usulan bantuan yang diterima, namun tidak bisa dipenuhi semua karena mengingat keterbatasan dana yang diberikan.

“Pemkab ingin dana yang diberikan, harus dimanfaatkan sebaik mungkin sesuai kebutuhan yang ada diperlukan. Disamping itu setiap usulan pembangunan rumah ibadah di desa, juga bisa diusulkan kepada Kepala Desa (Kades), agar dianggarkan melalui Dana Desa,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Panitia Pembangunan Gereja Adelman B. Adjang, S.H mengatakan, Panitia Pembangunan Gereja Parawei Tanjung Riu dibentuk tanggal 19 Agustus 2018, dengan jumlah kepala keluarga 87 orang.

Gereja yang akan dibangun berukuran panjang 25 m dan lebar 14 m, dengan konstruksi beton secara bertahap dan berkelanjutan dengan target penyelesaian tahun 2020.

Menurutnya, pengumpulan dana pembangunan gereja melalui kotak yang telah disediakan, sehingga terkumpul dana sampai pada saat ini sebesar Rp130.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Juta Rupiah).

“Setelah dana terkumpul, kita melakukan pembebasan lahan tanah tempat lokasi pembangunan gedung Gereja,” kata Ketua Panitia. (Wan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: