Waspada Terhadap Propaganda dan Provokasi di Media Sosial

LENSAKALTENG.com - Palangka Raya : Media dan platform Youtube kini semaking berkembang. Bahkan banyak yang memprediksi Youtube akan lebih berbahay

Gugatan Guru vs Walikota
Sejak 2015 Sampai 2018 Tercatat 989 Orang Korban DBD
15 Kelompok Tani Dapat Bantuan Handtraktor

FOTO : Ketua Forum Komunikasi Pencegahan Teroris, FKPT Kalimantan Tengah, Khairil Anwar Jumat (27/08/2021).

LENSAKALTENG.comPalangka Raya : Media dan platform Youtube kini semaking berkembang. Bahkan banyak yang memprediksi Youtube akan lebih berbahaya dari televisi karena begitu bebas dan mudahnya orang membuat chanel dan konten.

Berkembangnya platform ini tentu membawa kelebihan dan di sisi yang sama juga rentan menimbulkan kelemahan yang tak kalah dahsyatnya. Selain sebagai media untuk menyebarluaskan edukasi, pengetahuan dan informasi penting di satu sisi Youtube juga sangat rentan untuk menyebarluaskan paham paham radikal yang akan sangat kuat pengaruhnya. Dengan demikian, sangat perlu bagi masyarakat untuk memiliki literasi dan pengetahuan tertentu untuk menyerang propaganda dan juga pandangan tertentu untuk dikonsumsi di internet.

Kepada Lensakalteng.com, Forum Komunikasi Pencegahan Teroris, FKPT Kalimantan Tengah, Khairil Anwar Jumat (27/08/2021) mengungkap platform Youtube akan terus berkembang menjadi raksasa media yang kuat pengaruhnya. Terlebih di media ini, banyak ceramah dan kotbah kotbah yang belum bisa dipercaya kesahihannya. Dengan demikian kalangan netizen istilah bagi pengguna Youtube ini harus bisa memilah dan memilih informasi dan konten yang dikonsumsinya. Segala materi ceramah dan dakwah ini haruslah diuji dengan logika dan nalar sehat.

Selain melakukan pemeriksanaan cek dan klarifikasi kesahihan narasumber dan sumber informasi tersebut. Terlebih jika ajakan atau narasi yang bersifat propaganda, provokasi, ajakan untuk saling bermusuhan dan menyerang kelompok tertentu, negara atau pemerintahan. Sebelum melakukan sharing atau berbagi konten lebih baik netizen bertanya kepda diri sendiri apakah ini akan membawa kemaslahatan atau justru bertentangan.
“Perlu adanya Tabayun atau telaah sederhana atas kandungan nilai dari sebuah ajakan atau propaganda tertentu”, jelasnya. (AW/ST)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: