DPRD Barsel Minta TPAD Cermati Perhitungan PAD dan SILPA

LENSAKALTENG.com - BUNTOK – Ketua DPRD Kabupaten Barito Selatan, Ir. HM. Farid Yusran, meminta kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) setemp

Maksimalkan Peran Perangkat Desa
Perlu Pengawasan Ketat Proyek di Barsel
Warga Kurang Mampu Wajib Terima Bansos Terdampak Covid-19

Ketua DPRD Kabupaten Barito Selatan, Ir. HM. Farid Yusran, meminta kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) setempat agar menghitung dengan benar penetapan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA).

LENSAKALTENG.com – BUNTOK – Ketua DPRD Kabupaten Barito Selatan, Ir. HM. Farid Yusran, meminta kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) setempat agar menghitung dengan benar penetapan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA).
Permintaan ini disampaikan Farid, agar penetapan PAD tahun 2022 bisa tercapai sesuai dengan yang ditargetkan.

Hal tersebut, tekannya lagi, demi menjaga agar kondisi kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 nanti tetap stabil dan tidak menimbulkan masalah defisit anggaran, seperti yang terjadi pada tahun 2020 dan 2021.

“Kita meminta agar proyeksi PAD bisa secermat mungkin, sehingga nanti tidak sampai nanti di luar dari proyeksi,” ungkapnya, saat ditemui awak media seusai memimpin rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan TAPD, Senin (18/10/2021).

“Kalau hasilnya (rencana) ternyata targetnya Rp100 milyar tapi realisasinya cuma Rp50 milyar, berarti yang Rp50 milyar duitnya tidak ada, padahal semua sudah dijadikan proyek. Berarti gagal bayar, berakibat ke tindakan hukum,” tekan Farid mencontohkan.

Lanjutnya, sama halnya dengan penetapan SiLPA, harus dihitung dengan lebih rinci dan cermat, agar kejadian pada tahun 2020 yang ternyata jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan jumlah yang dilaporkan dalam hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tidak terulang lagi.

“Begitu juga dengan SiLPA, itu juga kita minta dihitung dengan cermat, agar jangan sampai terjadi lagi seperti yang sekarang,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Diterangkan Farid, karena hal itu, rapat pembahasan KUA-PPAS diskor dan akan dilanjutkan kembali pada hari Kamis (21/10/2021) mendatang.

“Mereka (TAPD) minta waktu sampai hari Kamis, masih banyak waktulah, jadi kita akan lanjutkan rapatnya hari Kamis,” tutupnya.(sst/don)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: