LENSAKALTENG.com - BUNTOK – DPRD Kabupaten Barito Selatan mendesak agar Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) segera menjalankan rekomendasi dari Komi
LENSAKALTENG.com – BUNTOK – DPRD Kabupaten Barito Selatan mendesak agar Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) segera menjalankan rekomendasi dari Komisi III dan Pansus Laporan Pertanggungjawaban Bupati (LKPj) Tahun 2020 terkait utang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di RSUD Jaraga Sasameh (RSJS) Buntok.
Desakan untuk segera dilaksanakannya rekomendasi agar TAPD meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI supaya melakukan pemeriksaan khusus (Riksus) terkait utang BLUD di RSJS Buntok, disampaikan oleh anggota Badan Anggaran (Banggar), H. Raden Sudarto dan Ketua Komisi III DPRD Barsel, H. Zainal Khairuddin di kantornya, Rabu (13/10/2021).
Diungkapkan oleh H. Raden Sudarto, berdasarkan hasil konsultasi badan legislatif Barsel dengan BPK RI beberapa waktu lalu, terungkap bahwa hingga saat ini belum ada surat permohonan apapun yang disampaikan oleh pemerintah daerah kepada BPK terkait dengan Riksus utang BLUD di RSJS Buntok.
“Hasil pertemuan kami dengan BPK waktu itu, memang secara keseluruhan BPK sudah melakukan audit terhadap RSJS, tapi itu kan reguler. Nah terkait dengan utang BLUD ini, kata mereka (BPK) belum ada surat permintaan Riksus-nya dari Pemda sampai saat ini,” ungkapnya.
“Padahal BPK sendiri mengakui bahwa pihaknya akan segera melakukan Riksus hal itu, apabila memang sudah ada surat permohonannya dari pemkab Barsel,” tuturnya menambahkan.
Hal inilah yang kemudian disesalkan oleh pria yang akrab disapa Haji Alex ini, sebab dari sekian lamanya rekomendasi Pansus LKPj Bupati dan Komisi III DPRD Barsel untuk segera meminta BPK melakukan Riksus terhadap utang BLUD tersebut, hingga saat ini belum juga dilaksanakan oleh eksekutif.
“Padahal sudah lama kita rekomendasikan terkait Riksus ini, baik itu pada saat rapat dengar pendapat (RDP) maupun melalui Pansus LKPj, kenapa sampai saat ini belum juga dilaksanakan?” sebut mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Barsel ini mempertanyakan.
COMMENTS