PAD Barsel 2021 Terkendala Akibat Pandemi dan Aturan

LENSAKALTENG.com - BUNTOK – Penurunan daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dan terbentur peraturan menyebabkan sulitnya pemerintah Kabu

Komisi IV Bakal Sidak Pelabuhan Desa Palangsian
Pergunakan DD dan ADD Untuk Pembangunan Desa
Awas! Sampit Musim Bali, Komisi III Minta Ortu Awasi Pergaulan Anaknya

FOTO : Ketua DPRD Barsel, Ir. HM. Farid Yusran saat diwancarai wartawan.

LENSAKALTENG.com – BUNTOK – Penurunan daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dan terbentur peraturan menyebabkan sulitnya pemerintah Kabupaten Barito Selatan memaksimalkan realisasi pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2021.

Hal tersebut, disampaikan oleh Ketua DPRD Barsel, Ir. HM. Farid Yusran, usai memimpin lanjutan rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) antara Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kamis (21/10/2021).

Di sesi ketiga pembahasan KUA-PPAS APBD Tahun 2022 yang diikuti oleh Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Dinas Pemuda dan Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) tersebut, DPRD juga melakukan evaluasi terhadap target dan realisasi PAD untuk tahun berjalan.

“Bila kita mengetahui target realisasi berikut masalah, kendala dan hambatan, kita (Dewan) bisa memberikan jalan keluar sehingga realisasinya bisa maksimal,” ucapnya.

Dijelaskan Farid, ada beberapa retribusi yang harus dihentikan dikarenakan berbenturan dengan aturan yang berlaku, kemudian adalah penurunan daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19 juga turut mempengaruhi lemahnya realisasi PAD tahun 2021.
Kemudian ada juga yang memang perlu ada evaluasi.

Diutarakannya lagi, DPRD Barsel merasa pesimis bahwa realisasi PAD tahun 2021 bisa tercapai sesuai target. Pasalnya, hingga bulan Oktober 2021, pencapaian PAD Barsel baru terealisasi 54 persen dari total target sebesar Rp90 milyar lebih.

“Kita agak pesimis realisasi itu bisa tercapai, karena sisa dua bulan setengah, sekarang ini realisasi baru tercapai 54 persen lebih sedikit. Jadi kayanya realisasinya tidak begitu menggembirakan,” tandasnya.(sst/don)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: