Satreskrim Gelar Rekontruksi Kasus Pembunuhan Polisi 

  LENSAKALTENG.com - PALANGKA RAYA - Satreskrim Polresta Palangka Raya menggelar rekontruksi Kasus pengeniayaan berat (Anirat) yang telah

Wagub Kalteng Hadiri Rapat Paripurna ke-6
Pemprov Berharap Angka Stunting Tahun 2024 Turun
Silpa Terlalu Besar Dinilai Pemerintah Pusat Daerah Kelebihan Anggaran

 

Foto : Pelaku saat melaksanakan rekontruksi

LENSAKALTENG.com – PALANGKA RAYA – Satreskrim Polresta Palangka Raya menggelar rekontruksi Kasus pengeniayaan berat (Anirat) yang telah merenggut nyawa anggota polisi aktif, Aipda Andre Wibisono, Senin (19/01/2023)

“Pada rekonstruksi kali ini, total ada 22 adegen yang dilakukan para pelaku saat kasus tersebut terjadi,” ungkap Kapolresta Palangka Raya, Kombes. Pol. Budi Santosa, S.I.K., M.H., melalui Kasatreskrim Kompol Ronny M. Nababan.

Pada lokasi yang berada di sekitar ruangan Jatanras Satreskrim Polresta Palangka Raya pun telah diperagakan dimulai dari kedatangan almarhum di Jalan Rindang Banua yang menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter warna merah.

“Pada adegen ini, almarhum sempat bertemu dengan pelaku berinisial A dan meminta jatah sabu sebanyak 0,5 gram yang kemudian terjadilah adu mulut,” katanya.

Ronny menerangkan, almarhum menuju pos pemeriksaan 2 dan bertemu dengan A tadi pelaku berinisial Su dan Ra serta Rh yang kini masih DPO.

“Almarhum berinisiatif mengambil pisau yang disimpan dipinggang sebelah kiri korban, namun pelaku A mengambil pisau tersebut dan membuangnya serta melakukan pemukulan dengan tangan kosong,” bebernya.

“Dimana, pada adegan delapan terjadi penembakan menggunakan Airgun genggam. Tetapi tidak mengenai korban. Aksi kejar-kejaran terjadi ketika itu yang dilakukan oleh In, No, Ba, MI, dan Sa yang kini juga DPO,” tambahnya.

Ronny menjelaskan, jika pada adegan dua belas korban ditembak oleh In sebanyak 5 kali, dipukul pelaku inisial AK menggunakan palu sebanyak 2 kali dan diikuti oleh No dengan tangan kosong.

“Mengetahui hal tersebut, Ketua Rw setempat kemudian datang ke lokasi karena mendengar teriakan minta tolong dan dilaporkan apa yang diketahui kepada Kapospol Pelabuhan Rambang, Ketika petugas datang, korban saat itu masih hidup dan posisi masih di dalam rawa. Kemudian, sesampainya di RS Bhayangkara nyawa korban sudah tidak bisa ditolong lagi,” tutupnya.(don/hms/*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: