Ketimpangan SDA–Warga Barsel Masih Kekurangan Infrastruktur

Lensakalteng,com, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Purdiono, menyoroti kondisi sejumlah desa di Kabupaten Barito Sela

Komisi I DPRD Kunjungi Dinas Perkebunan Kalteng
Reses DPRD: Aspirasi Masyarakat Bartim Jadi Prioritas Pembangunan
Komisi II Soroti Perencanaan Program Strategis

Anggota DPRD Kalteng, Purdiono.

Lensakalteng,com, Palangka Raya – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Purdiono, menyoroti kondisi sejumlah desa di Kabupaten Barito Selatan yang hingga kini belum menikmati infrastruktur dasar seperti jalan layak dan listrik yang menyala 24 jam penuh. Ironisnya, situasi itu terjadi di tengah lalu-lalang tongkang batu bara di Sungai Barito yang setiap hari mengangkut hasil sumber daya alam daerah tersebut.

“Seperti Desa Rangga Ilung kemudian Mangkatip itu ironis dibanding dengan perputaran sumber daya alamnya. Tapi masih belum bisa menikmati listrik 24,” ujar Purdiono, Kamis, 13 November 2025.

Ia menuturkan, keterbatasan pasokan listrik juga berdampak pada layanan komunikasi masyarakat. “Kalau listrik mati, sinyal pun ikut hilang. Semua bergantung pada daya listrik,” katanya.

Menurut Purdiono, kondisi ini menunjukkan ketimpangan yang nyata antara kekayaan alam dan kesejahteraan masyarakat.

“Itu yang kita protes, kita ini kan punya SDA. SDA ini diekspor kemudian hasil ekspor ini dikembalikan lah ke daerah lagi. Itu sekarang yang diributkan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menilai, masyarakat selama ini hanya menjadi penonton dari pengelolaan sumber daya alam di daerahnya. Menurutnya, kondisi tersebut tidak linier dengan kesejahteraan masyarakat.

“Kita hanya jadi penonton konflik sosial dari sumber daya alam yang dimaksud. Jadi tidak linier dengan kesejahteraan masyarakat yang menikmati listrik, jaringan telekomunikasi, jalan-jalan yang bisa dilewati,” kata dia.

Politikus Fraksi Golkar ini juga menyoroti sulitnya akses darat ke sejumlah wilayah di Barito Selatan. Beberapa desa seperti Kelurahan Bangkuang, Teluk Betung, Jana Mas, dan Rangga Ilung hingga kini belum memiliki akses jalan darat yang memadai.

“Sekarang kan kalau di Barsel ada desa Kelurahan Bangkuang itu tidak tembus, itu harus lewat Barito Timur. Kemudian Desa Teluk Betung, Jana Mas, Rangga Ilung enggak ada lewat darat, harus lewat sungai,” ucapnya.

Ia berharap pembangunan infrastruktur dasar itu bisa segera dirasakan oleh masyarakat. “Harapannya itu bisa dinikmati masyarakat,” ujar Purdiono.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: