Penduduk Miskin Kalteng Berkurang 2.233 Orang

Penduduk Miskin Kalteng Berkurang 2.233 Orang

PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM - Pada bulan Maret 2018, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemis

PKK Kalteng Gelar USG Gratis Cegah Kanker
Selama 2017, Polda Kalteng Pecat 6 Anggota Dan Temukan 186 Pelanggaran Disiplin
PLN Langsung Dirikan Tower Darurat

PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM – Pada bulan Maret 2018, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Provinsi Kalimantan Tengah mencapai 136.928 orang (5,17 persen), berkurang 2.233 orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 139.161 orang (5,37 persen).

Selama periode Maret 2017 – Maret 2018 penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah 5.132 orang (dari 42.845 orang pada Maret 2017 menjadi 47.977 orang pada Maret 2018), sementara itu daerah perdesaan berkurang 7.365 orang (dari 96.316 orang pada Maret 2017 menjadi 88.951 orang pada Maret 2018).

Demikian diungkapkan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng, Hanif Yahya saat menyampaikan siaran pers pertumbuhan ekonomi, Senin (6/8/2018).

Dijelaskan lebih lanjut, penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 4,59 persen, naik menjadi 4,70 persen pada Maret 2018. Sementara penduduk miskin di daerah perdesaan turun dari 5,81 persen pada Maret 2017 menjadi 5,47 persen pada Maret 2018.

Garis Kemiskinan pada Maret 2018 yaitu Rp 413.529, naik dari Maret 2017 yang hanya sebesar Rp 401.537 (2,99 persen).

Menurutnya, komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan, di antaranya adalah beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Sedangkan komoditi bukan makanan yaitu biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.

Pada periode Maret 2017 – Maret 2018 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 0,840 menjadi 0,808, ini mengindikasikan bahwa pengeluaran
penduduk miskin cenderung mendekati garis kemiskinan.

“Sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) tetap berada di angka dari 0,213 dari periode Maret 2017 – Maret 2018. Angka ini menunjukkan bahwa ketimpangan
pengeluaran penduduk tidak mengalami perubahan,” terangnya. (Wan)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: