PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM - Puluhan driver Grabcar atau taksi online Palangka Raya mendatangi gedung DPRD Provinsi Kalteng, Kamis (30/8/2018).
PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM – Puluhan driver Grabcar atau taksi online Palangka Raya mendatangi gedung DPRD Provinsi Kalteng, Kamis (30/8/2018).
Sejak pagi pukul 8.30 Wib para driver Grabcar sudah mulai berkumpul di jalan Katamso sebagai solidaritas untuk memberikan dukungan kepada sejumlah perwakilannya guna bertemu dengan wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD tersebut.
Kedatangan Grabcar ke gedung DPRD ini untuk meminta agar para anggota dewan membantu memfasilitasi pertemuan dengan Grabcar Pusat Jakarta. Sekaligus mengantarkan surat pertemuan audiensi.
Hal ini terkait persoalan kesejahteraan yang dinilai tidak sesuai dengan skema awal insentif dan dinilai merugikan.
“Kami meminta DPRD memfasilitasi pertemuan dengan Grab pusat dan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik bagi kesejahteraan sopir Grab yg ada di Kalimantan Tengah, khususnya saat ini di kota Palangka Raya,” ucap Oloan Manurung Sekretaris Forum Komunikasi Driver Online Kalimantan Tengah, kemarin (30/8/2018).
Menurutnya, aksi tersebut dilakukan lantaran garansi pendapatan (insentif) pihaknya dinilai tidak sepadan, karena adanya perubahan peraturan skema awal ke skema yang baru. Terlebih hanya Kota Palangka Raya yang menerapkan peraturan tersebut, sementara kota tetangga belum menerapkan, apalagi Grab di Palangka Raya baru berjalan kurang lebih lima bulan.
“Peraturan baru tersebut, jika kita sehari mendapatkan 7 trip, dengan pendapatan Rp 170 ribu, maka diberikan intensif dari Grab Rp 15 ribu. Berbeda dengan yang dulu jika mampu mendapatkan 7 trip maka diberikan Rp 73 ribu,” ceritanya.
Bahkan jika garansi pendapatan Rp 400 setiap hari itu, dipotong 20 persen oleh Grab. Dan peraturan yang sekarang Grab hanya melakukan penggenapan, garansi pendapatan.
“Misalkan hari ini kita mendapatkan 14 trip Rp 400, Grab tidak memberikan intensif dalam peraturan yang baru, jika peraturan lama kita mendapatkan Rp 190 ribu dari grab, inilah yang kami sesalkan,” jelasnya.
Pihaknya meminta peraturan skema Generasi Pendapatan dikembalikan ke skema awal. Saat ini kurang lebih 250 lebih Grab Mobil yang terdaftar secara langsung, sisanya ada yang secara online melakukan pendaftaran khusus di Kota Cantik.(Wan)

COMMENTS