HeadlineKalimantan Tengah

Uang Lusuh Tak Boleh Beredar

BI - Perbakan - Swalayan dan Supermarket Teken MoU

PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM – Sebagai Bank Sentral Republik Indonesia yang bertugas untuk menjaga stabilitas nilai Rupiah, dimana Bank Indonesia wajib menyediakan uang layak edar ke masyarakat dalam jumlah yang cukup dan tepat waktu. Sedangkan uang lusuh atau tidak layak edar, tidak boleh beredar.

Selama ini uang yang beredar di masyarakat banyaj uang yang lusuh atau tidak layak edar, sedangkan yang uang baru disimpan. Oleh sebab itu, BI punya program bahwa harus uang baru yang beredar, sementara uang lusuh tidak boleh beredar dan harus dikembalikan atau ditukarkan ke perbakan atau BI.

Jadi uang berdar adalah yang yang baru dan layak edar, sehingga uang beredar di masyarakat uang baru. Di perbankan ada tingkat kelusuhan uang 1 – 16 (level 16 paling baru).

Untuk pecahan kecil, 1.000, 2.000, 5.000, 10.000 dan 20.000 minimal tingkat kelusuhannya 7, kalau dibawah itu 5 atau 4 sudah tidak layak edar dan harus dikembalikan atau ditukarkan dengan BI. Kalau pecahan besar Rp50.000 dan 100.000 minimal tingkat kelusuhannya 9.

Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Wuryanto pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Program Peningkatan Kualitas Kelayakan Uang Rupiah Melalui Layanan Penukaran & Penyetoran Uang Tidak Layak Edar Serta Edukasi Uang Rupiah antara BI, Perbankan dan Swalayan/Minimarket (Sendy’s, KPD) dan Hypermart serta Matahari Departemen Store di aula Betang Hapakat Kantro KPw. Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Kamis (20/9/2018).

Hari ini lanjut, Wuryanto BI bekerjasama dengan perbankan, mini market/swalayan, dan supermarket. BI akan memberikan uang baru ke perbankan-perbankan, selanjutkan perbankan memberikan ke masing-masing nasabahnya. Demikian juga dengan mini market/swalayan, dan supermarket.

“Jadi untuk pengembalian uang, harus pakai uang baru dan layak edar. Uang lusuh tidak boleh lagi untuk uang kembalian,” tegas Wuryanto.

Sehubungan dengan itu, lanjut Wuryanto, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah menginisiasi pembuatan Nota Kesepahaman dalam rangka mengajak perbankan dan pertokoan/swalayan/waralaba yang terpilih untuk bersama-sama dalam meningkatkan kualitas Uang Layak Edar dengan pecahan yang sesuai dan dibutuhkan oleh masyarakat.

MoU tersebut dilakukan oleh pihak teridiri dari PT. Bank Central Asia Tbk Cabang Palangka Raya, Sendy’s Swalayan dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, PT. Bank Negara Indonesia (P) Tbk Cabang Palangka Raya, KPD Swalayan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, PT. Bank Mandiri (P) Tbk Cabang Palangka Raya dengan PT. Matahari Department Store Palangka Raya dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, PT. Bank Mandiri (P) Tbk Cabang Palangka Raya dengan Hypermart Palangka Raya dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah.

Nota Kesepahaman ini diharapkan dapat meningkatkan Kualitas Uang Rupiah yang beredar di Kalimantan Tengah. (Wan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: