Palangka Raya

Pemko Bahas Tapal Batas, Minimalisir Kesalahan Administrasi

PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM – Pemerintah Kota Palangka Raya gelar rapat koordinasi tentang tapal batas wilayah adminsitrasi kelurahan di Palangka Raya. Kegiatan diselenggarakan diruang Peteng Karuhei (PK) I Kantor Walikota Palangka Raya. Senin, (1/10/2018)

Rakor dipimpin Plt Asisten I Setda Kota Palangka Raya, Murni D Djinu, kegiatan dihadiri seluruh camat dan lurah se Kota Palangka Raya.

Rapat tersebut bertujuan untuk memperjelas adanya batas wilayah yang diharapkan meminimalisir dampak terjadinya kesalahan dalam administrasi, baik terkait data kependudukan dan timpang tindih lahan di lingkup RT – RW.

Disela memimpin rapat, Murni D Djinu mengungkapkan pihaknya mengharapkan bisa mempercepat penetapan batas wilayah kelurahan di Palangka Raya, sehingga nantinya tidak ada lagi perdebatan terkait batas wilayah.

Delineasi batas wilayah adminsitrasi kelurahan secara kartometrik merupakan salah satu upaya untuk menyelesaikan persoalan tapal batas wilayah yang selama ini masih menjadi persoalan untuk diselesaikan.

“Saya berharap dukungan dan kerjasama semua pihak untuk menyelesaikan persoalan- persoalan ini, sehingga program pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.

Sementara, Lurah Pahandut Seberang, Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya, Balap mengatakan hingga saat ini persoalan tapal batas disejumlah wilayah kelurahan di Kota Palangka Raya masih banyak yang belum mencapai titik temu.

Misalkan kata dia, persoalan tapal batas di wilayah Kelurahan Pahandut dengan Kelurahan Tumbang Rungan serta Kelurahan Senggalang Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang pisau, yang hingga kini belum ada kejelasan.

Ia mencontohkan, kasus warga Kelurahan Tumban Rungan yang menganggap kalau batas wilayah mereka mengikuti aliran sungai kecil yang membelah Sungai Kahayan, sehingga sebagian wilayah Kelurahan Senggalang yang dilewati jalur Sungai Kahayan diakui masuk pada wilayah Kelurahan Tumbang Rungan.

Ia juga menjelaskan kalau patokan tapal batas Kelurahan Pahandut seberang mengacu aturan dari SK Kemendagri, dimana termaktub aliran sungai kecil yang membelah Sungai Kahayan. Namun belakangan ternyata ada sebagaian wilayah Pahandut Seberang diklaim masyarakat Kelurahan Tumbang Rungan maupun Kelurahan Senggalang.

“Pernah ada kesepakatan bersama soal tapal batas ini, antara Kelurahan Tumbang Rungan dengan Kelurahan Senggalang. Namun, saat melakukan kesepakatan tidak melibatkan pihak Kelurahan Pahandut Seberang,” jelas Balap.(Wan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: