HeadlineKalimantan Tengah

BI Kembangkan Aplikasi SI APIK Bantu Pencatatan Laporan Keuangan UMKM

PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM – Dalam upaya meningkatkan kapasitas UMKM, Bank Indonesia terus mendorong peningkatan akses pembiayaan kepada UMKM melalui 3 kebijakan, yaitu kebijakan Rasio Kredit UMKM Minimum oleh perbankan, Peningkatan Kapasitas SDM Perbankan dan UMKM, dan Pengembangan Infrastruktur Keuangan Pendukung.

Perihal rasio kredit UMKM, Bank Indonesia telah menetapkan agar perbankan dapat menyalurkan kredit UMKM secara bertahap minimum sebesar 5% pada tahun 2015, 10% pada tahun 2016, 15% pada tahun 2017, dan 20% pada tahun 2018. Bank Indonesia mencatat sampai Triwulan III-2018, rasio kredit UMKM mencapai 20,25% dari total pembiayaan perbankan.

Hal ini diungkapkan Dewan Gubernur BI diwakili oleh Kepala Departemen Regional III, Wiwiek Sisto Widayat dalam acara Temu Akbar 1000 UMKM se Kalantan Tengah di Kalawa Convention Hall, Sabtu (17/11/2018).

Event pertemuan UMKM terbesar dan pertama kali digelar di Kalteng ini, dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM RI diwakili Deputi Bidang Pembiayaan, Ibu Yuana Sutyowati,
Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, Dewan Komisioner OJK yang diwakili oleh Kepala OJK Regional 9 Kalimantan Haryanto, dan Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalteng, Wuryanto.

Dijelaskannya lebih lanjut, terkait peningkatan kapasitas SDM Perbankan dan UMKM, dan pengembangan Infrastruktur Keuangan Pendukung, Bank Indonesia juga memberikan bantuan teknis kepada pelaku UMKM, salah satunya terkait pencatatan transaksi keuangan. Hal ini sangat penting mengingat catatan transaksi keuangan menjadi salah satu syarat mendapatkan pembiayaan dari perbankan.

Sehubungan hal itu, Bank Indonesia bekerjasama dengan Ikatan Akuntan Indonesia telah menyusun pedoman pencatatan dan laporan keuangan bagi usaha mikro dan kecil, yang diwujudkan dalam bentuk Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SI APIK) bagi Usaha Mikro dan Kecil.

SI APIK merupakan aplikasi pencatatan transaksi keuangan sederhana, sistematis, dan terstandar bagi UMKM yang dapat diunduh melalui smartphone (Android dan iPhone Operating System) serta melalui Personal Computer (PC).

Aplikasi ini dikembangkan oleh BI untuk membantu UMKM dalam mengatasi kesulitan melakukan pencatatan transaksi keuangan sekaligus membuat laporan keuangan yang memenuhi kaidah akuntansi.

SI APIK memiliki fitur andalan dimana aplikasi tersebut telah mengacu kepada standar khusus UMKM yang disusun oleh BI bersama IAI dan pengguna dapat menggunakan tanpa perlu memiliki pengetahuan dasar akuntansi (Debit/Kredit).

Hingga saat ini, SI APIK telah diunduh oleh lebih dari 50 ribu pengguna smartphone di Indonesia. Bank Indonesia juga aktif memberikan Training of Traineers (ToT) kepada asosiasi UMKM, akademisi, pendamping UMKM, dan perbankan.

“Ke depan, kami berharap SI APIK ini dapat terus dipergunakan oleh Pelaku UMKM, perbankan, dan Kementerian/Lembaga lainnya untuk membantu pencatatan dan pelaporan UMKM, sehingga akan mempermudah dalam memperoleh akses pembiayaan kepada lembaga keuangan,” bebernya.

Sementara, Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalteng, Wuryanto mengatakan penyaluran kredit UMKM tidak hanya terbatas pada pelaksanaan kegiatan ini. Tercatat pada akhir Oktober 2018 posisi nilai kredit UMKM oleh perbankan di Kalimantan Tengah sebesar Rp10,4 Triliun atau 20,1% dari total kredit yang disalurkan. Dari total Penyaluran kredit UMKM tersebut, sebesar Rp561 Milyar atau 5,4% merupakan
pembiayaan Syariah.

Menurutnya, pertemuan akbar 1000 UMKM ini akan dilakukan setiap tahun, termasuk pelatihan-pelatihan yang terus menerus kepada pelaku usaha UMKM ini.

“Ke depannya, UMKM ini diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif di
Kalimantan Tengah. Semoga rangkaian kegiatan Temu Akbar 1000 UMKM tidak hanya menjadi kegiatan ceremonial semata, justru sebagai titik awal untuk kegiatan-kegiatan pengembangan UMKM lintas institusi di masa-masa yang akan datang,” terangnya. (Wan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: