HeadlineKatingan

Minta BKSDA Segera Tangkap Buaya

TEROR : Kemunculan buaya di sungai primer UPT Katingan I Kecamatan Katingan Kuala dikeluhkan masyarakat.

KASONGAN,LENSAKALTENG.COM -Camat Katingan Kuala H Surianor membenarkan, adanya laporan warga terkait kemunculan buaya di sungai primer UPT Katingan I wilayah Desa Jaya Makmur. Bahkan saat ke lokasi, dirinya mengaku melihat langsung keberadaan reptil tersebut.

“Kemunculan buaya itu memang cukup jauh dari areal permukiman warga. Belum ada laporan warga yang diserang atau menjadi korban sejauh ini,” ungkapnya, Sabtu (4/11).

Awal kemunculan buaya itu sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir, namun belakangan dikeluhkan masyarakat karena kerap merusak alat tangkap ikan.

“Buaya itu sering merusak jaring atau alat tangkap ikan lainnya, jadi keberadaannya sangat dikeluhkan. Kalau di wilayah Katingan Kuala memang masih banyak buaya, namun yang sampai merusak dan masuk ke sungai primer baru akhir-akhir ini saja,” imbuhnya.

Dirinya belum dapat memastikan jenis buaya yang sering muncul di sungai primer UPT Katingan I Desa Jaya Makmur tersebut. Namun yang jelas, ukurannya tidak terlalu besar dan memiliki warna kulit gak kekuning-kuningan.

“Kalau di wilayah Sungai Damar, Selat Jaruju, dan Desa Sebangau Jaya memang masih banyak buaya jenis muar,” sebutnya.

Dirinya telah melaporkan kemunculan buaya itu kepada Bupati Katingan Sakariyas. Berdasarkan arahannya, pihak kecamatan diminta memasangai plang peringatan disejumlah titik agar masyarakat tidak beraktifitas di sungai untuk sementara waktu.

“Saat ini plangnya sedang proses pembuatan, rencananya akan kita pasang agar masyarakat lebih waspada. Sebab kita menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” katanya.

Secara lisan dirinya juga sudah melaporkan kemunculan predator ganas tersebut kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalteng. Harapannya agar buaya itu segera ditangkap, sehingga masyarakat tidak begitu resah saat beraktivitas di sungai.

“Mereka cuma mengimbau agar tidak mengganggu buaya itu. Mungkin dalam waktu dekat laporan secara resmi akan saya sampaikan lagi dengan harapan BKSDA turun ke lapangan menangkap buaya tersebut,” pungkasnya. (BS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: