Kalimantan TengahPalangka Raya

Antisipasi Gejolak Harga, Pemda Siapkan Daging Ayam Beku

PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM – Komoditas daging ayam ras merupakan komoditas yang paling fluktuatif di Kalteng. Komoditas ini terkadang menjadi penyumbang inflasi tertinggi namun juga menjadi penyumbang deflasi terdalam.

Oleh sebab itu, dalam rangka mengantisipasi gejolak harga, dan
Ketersediaan pasokan serta menjaga stabilitas Harga Daging Ayam Ras, Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalteng meluncurkan program inovasi TPID yaitu Supply Chain Daging Ayam Beku.

Peluncuran Pembentukan Supply Chain Daging Ayam Beku ini dirangkaikan dengan acara rilis TPID, Selasa (4/12/ 2018) di Rumah Pangan Kita “Asri Sayur” Jl.Rajawali Km.6 dan dihadiri Wakil Gubernur Kalteng, Habib Said Ismail, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalteng, Wuryanto dan Kepala Bulog Divre Kalteng, Faizal.

Wagub Habib Said Ismail, mengatakan
Fluktuasi harga daging ayam ras di Kalteng tidak luput dari faktor sebagai berikut pertam, Masih tingginya kebutuhan konsumsi daging ayam ras masyarakat Kalteng yang dipenuhi oleh pasokan dari peternak luar Kalteng, dan kedua masih tinginya ketergantungan konsumsi masyarakat Kalteng terhadap jenis daging ayam segar.

Menurutnya, secara garis besar, TPID Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya untuk melakukan terobosan-terobosan dan koordinasi yang intensif dalam rangka menjaga kestabilan harga utamanya komoditas Daging Ayam Ras.

Dimana program inovasi ini diawali dengan High Level Meeting Terbatas pada tanggal 29 Agustus 2018 yang merekomendasikan BI, Bulog dan SKPD terkait untuk membentuk Supply Chain Daging Ayam Beku sebagai alternatif konsumsi masyarakat Kalimantan Tengah.

Daging ayam beku ini dipasok oleh peternak lokal dengan memperhatikan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), ungakapnya.

Wagub berharap Pembentukan Supply Chain Daging Ayam Beku ini sebagai solusi Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga Daging Ayam Ras ini dapat terus berjalan dan berkesinambungan.

“Dengan demikian siharapkan Kalteng bisa secara mandiri memproduksi daging ayam ras, bahkan dapat menjadi sentra produksi Daging Ayam Beku Regional,” harapnya. (Wan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: