DPRD Kotawaringin TimurKotawaringin Timur

Wow…Kotim Siapkan Lahan 4 Hektare Untuk Bangun Stadion Berstandar FIFA

“Beberapa waktu lalu Menpora meminta Pemkab Kotim untuk menyediakan lahan untuk pembuatan stadion, oleh itu kami menyiapakannya. Dan pembangunan ini nantinya akan menggunakan dana Pemerintah Pusat,”Ujar Supian Hadi

LENSAKALTENG.com,Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merencanakan pembangunan stadion bertaraf internasional, rencana pembangunan stadion ini usai beberapa waktu yang lalu Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora), Imam Nahrawi berharap Kalimantan Tengah memiliki stadion berstandar FIFA.

“Semoga kedepan Kalimantan Tengah, khususnya kabupaten Kotawaringin Timur, bisa memiliki stadion yang berstandar FIFA. Kalau diniati dengan baik, kami tidak ragu cita-cita dan keinginan memiliki stadion ini akan berhasil,” ucap Imam Nahrawi saat dijumpai aawak media, disela-sela kegiatan jalan sehat kebangsaan, Minggu (13/1/2019).

Keserius pemerintah daerah untuk memajukan persepakbolaan di Kalteng pun direspon Bupati Kotawaringin Timur dengan menyediakan lahan kurang lebih 4 hektare (ha). Lahan tersebut sudah disiapkan untuk memenuhi permintaan dari Menteri Pemuda dan Olahraga.

“Pemkab Kotim sudah merencanakan pembangunan stadion berstandar internasional,” ucap Bupati Kotim Supian Hadi saat diwawancarai sejumlah wartawan, Selasa (12/2/2019).

Keinginan pemerintah daerah membangun stadion baru ini juga melihat perkembangan dunia persepak bolaan Kalteng yang mengalami kemajuan pesat, sehingga memberikan tempat bagi anak-anak atau pemain-pemain yang berasal dari Kalimantan Tengah untuk bisa memperjuangkan Kalteng Putra.

“Beberapa waktu lalu Menpora meminta Pemkab Kotim untuk menyediakan lahan untuk pembuatan stadion, oleh itu kami menyiapakannya. Dan pembangunan ini nantinya akan menggunakan dana Pemerintah Pusat,”Ujarnya.

(Tri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: