PPKM Diperpanjang, Harga Daging Ayam Diprediksi Semakin Anjlok

LENSAKALTENG.com  -  Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Tengah memprediksi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Ke

Terkait Usulan Bentuk Pansus, Fraksi PAN Jadi ‘Juara’
Korem 102 Siap Dampingi Pengembangan Padi Organik 300.000 Ha
Mayoritas Fraksi DPRD Palangka Raya Setuju RAPBD 2020

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Tengah, Andi Bustan , Minggu (08/08/2021),memprediksi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan membuat harga daging ayam semakin anjlok dan membuat permintaan terhadap daging ayam semakin merosot.

LENSAKALTENG.com  –  Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Tengah memprediksi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan membuat harga daging ayam semakin anjlok dan membuat permintaan terhadap daging ayam semakin merosot. Kepada Lensakalteng.com , Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Tengah, Andi Bustan , Minggu (08/08/2021) menyebut, PPKM akan membuat masyarakat membatasi aktivitas atau berbelanja di pasar. Sehingga, pedagang pasar dan juga pedagang daging ayam di pasar semakin sepi pembeli.

Pedagang yang biasanya bisa menjual belasan hingga puluhan kilogram, ayam per hari, diprediksi setelah PPKM diperpanjang, hanya akan menjual beberapa kilogram saja. Selain itu, para peternak yang biasanya mengeluarkan belasan ribu ekor ayam dari kandangnya, semasa PPKM ini hanya akan mampu menjual seperempat hingga setengah dari hasil ternak ayamnya.

BACA JUGA : DALAM PERSIDANGAN OKNUM PENGACARA TERANCAM DUA TAHUN PENJARA
Keadaan seperti inilah yang diprediksi akan membuat harga daging ayam di Palangka Raya dan Kalimantan Tengah akan semakin anjlok sementara perputaran penjualan dan distribusi daging ayam semakin melambat. Jika kondisi ini berlangsung lama, tak mustahil, para peternak dan pengusaha ayam akan mengalami kerugian , berkurangnya pemasukan hingga kemungkinan gulung tikar.

Andi Bustan juga menambahkan, untuk mendorong masyarakat tetap membeli daging ayam selama PPKM, para pedagang perlu menjualnya dengan sistem on line atau menggunakan kurir on line.
“Dengan demikian, produksi dan distribusi ayam tetap terjaga. Walaupun cara penjualan on line masih terkendala, karena sebagian pedagang ayam di pasar, belum banyak menguasai penggunaan peralatan sistem daring dan digital ini”, jelasnya.

Andi juga menambahkan, bahwa informasi dan pemberitaan soal covid 19 belakangan ini ikut mempengaruhi kondisi psikologis masyarakat. Mereka kian dihantui rasa takut dan resah dalam membelanjakan uangnya atau melakukan perdagangan dan penjualan daging ayam. Andi kemudian meminta agar kampanye pencegahan Covid 19 ini tidak perlu disajikan secara vulgar tapi diusung dengan lebih ringan dan tidak menimbulkan ketakutan. (AW)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: