Pemkab Gumas Maksimalkan Untuk Jaminan Kesehatan

LENSAKALTENG.com - KUALA KURUN - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menanggapi perihal poin penting yang disampaiakan oleh fraksi Dewan Perwakilan Ra

Pemkab Gumas Diminta Manfaatkan Aplikasi E-Perda
Harap Harga Kebutuhan Pokok Stabil Jelang Nataru
Angkutan Melebihi Kapasitas Jalan Tewah – Kahut Rusak Berat

FOTO : Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia LP Umbing.

LENSAKALTENG.com – KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menanggapi perihal poin penting yang disampaiakan oleh fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gunung Mas saat rapat Paripuran ke-7, di Kantor DPRD Gumas, Kuala Kurun, Rabu (16/11/2022).

Wakil Bupati (Wabup) Gumas, Efrensia LP Umbing mengatakan terkait tiga poin yang dipertanyakan salah satunya seperti, Jaminan Persalinan (Jampersal), penekanan angka kematian ibu melahirkan, dan menekan/menurunkan angka stunting

“Untuk Program Jampersal masih berlaku sejak ditetapkannya Ipres RI Nomor 5 Tahun 2022 yaitu tanggal 12 Juli 2022 sampai dengan 31 Desember 2022. Bahwa Peserta adalah Ibu Hamil, Ibu Bersalin, Ibu Nifas dan Bayi Baru Lahir yang memenuhi kriteria fakir miskin dan orang tidak mampu dan dibuktikan dengan SKTM serta belum terdaftar sebagai peserta JKN,” ucap Efrensia.

Efrensia juga mengatakan bagi peserta yang sudah di input sebagai Jampersal dalam aplikasi e-Kohort Kementerian Kesehatan akan ikut jadi peserta BPJS Kesehatan yang sudah di anggarankan sebesar 13 Miliar untuk mencapai UHC 95 persen.

Efrensia juga menjelaskan bahwa akan mengupayakan penekanan angka kematian Ibu melahirkan (KIM) dengan mensosialisasikan lebih giat kepada masyarakat, dan harus mengikuti pemeriksaan secara rutin melalui Posyandu terdekat.

Dia juga menuturkan untuk 2023 akan dilakukan pemberian makanan tambahan pemulihan berbahan baku lokal yang nantinya dikelola oleh Puskesmas dan bekerja sama dengan Kader untuk ibu dengan KEK dan Balita kurang Gizi serta Gizi Buruk dalam upaya mencegah stunting.

“Sehingga perlu ada Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor dalam upaya konvergensi percepatan penurunan stunting, peningkatan kapasitas kader dan petugas gizi melalui workshop, orientasi dan pertemuan, pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu melalui jejaring di Puskesmas,” pungkas Efrensia.(red/d0n)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: