FOTO: Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari PALANGKA RAYA – Permasalahan pengangguran di Kota Palangka Raya terus menj
FOTO: Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari
PALANGKA RAYA – Permasalahan pengangguran di Kota Palangka Raya terus menjadi perhatian serius DPRD Kota Palangka Raya. Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari dalam rapat kerja bersama instansi teknis, Senin (26/05/2025).
Rana Muthia Oktari mendorong adanya sinergitas lintas sektor untuk menekan angka pengangguran dan menciptakan peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
Sebab, kata Rana, penanggulangan pengangguran tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak saja. Sehingga perlu ada keterpaduan antara pemerintah kota, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta pelatihan kerja agar tercipta link and match antara kebutuhan pasar dan kompetensi angkatan kerja.
“Kita butuh sinergi konkret, bukan sekadar program yang tumpang tindih. Anak-anak muda harus dibekali keterampilan yang relevan agar siap masuk ke dunia kerja, baik formal maupun informal,” ujar Rana, Senin (26/05/2025).
Ia mengapresiasi program pelatihan vokasi yang selama ini dijalankan oleh Dinas Tenaga Kerja. Tetapi juga menekankan perlunya peningkatan kualitas dan penyebaran program tersebut hingga ke tingkat kelurahan.
Menurutnya, masih banyak warga usia produktif yang tidak tahu informasi pelatihan kerja yang tersedia.
“Jangan sampai program pelatihan hanya menyentuh pusat kota. Warga di pinggiran dan kawasan padat penduduk juga harus dijangkau. Ini penting agar upaya kita tidak timpang,” tambahnya.
Ia juga mendorong optimalisasi peran UMKM dan koperasi sebagai pendorong lapangan kerja baru. Sekaligus menyarankan pemerintah memberikan kemudahan akses permodalan dan pendampingan wirausaha, terutama bagi generasi muda yang ingin membuka usaha mandiri.
“Kalau tidak bisa masuk ke pasar kerja formal, maka solusi lainnya adalah mendorong mereka jadi pelaku usaha. Tapi mereka tidak bisa dibiarkan sendiri, harus didampingi sejak awal,” jelasnya.
Selain itu, dia menilai pentingnya integrasi data ketenagakerjaan agar program-program pemerintah menjadi lebih tepat sasaran. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan juga diperlukan agar kurikulum pelatihan benar-benar menjawab kebutuhan dunia kerja saat ini.
Ia berharap Pemko Palangka Raya segera membentuk forum kolaboratif lintas sektor untuk menyusun peta jalan pengurangan pengangguran yang terukur dan berkelanjutan. Dengan upaya bersama, persoalan pengangguran bisa diatasi secara sistematis dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami siap mendukung lewat kebijakan anggaran maupun regulasi. Yang penting, semua pihak bersatu dan fokus pada solusi jangka panjang,” tutupnya. (Wid)

COMMENTS