Akses Sulit, Petani Samuda Terpaksa Angkut Panen Lewat Sungai

Lensakalteng,com, Palangka Raya - DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta pemerintah daerah mempercepat perbaikan infrastruktur per

45 Anggota DPRD Kalteng periode 2019-2024 Resmi Dilantik
Sinergi Pemerintah dan DPRD Ditekankan dalam Pelantikan PAW
Kesehatan Warga Pedalaman Kalteng Dinilai Mendesak Ditangani

Anggota DPRD Kalteng Sutik.

Lensakalteng,com, Palangka Raya – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta pemerintah daerah mempercepat perbaikan infrastruktur pertanian di wilayah Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kondisi jalan dan jembatan menuju lahan pertanian di daerah itu dinilai menjadi penghambat utama aktivitas petani.

Anggota DPRD Kalteng, Sutik, mengatakan keluhan tersebut disampaikan langsung oleh para petani saat dirinya melakukan dialog di wilayah setempat beberapa waktu lalu.

“Kalau bisa melalui pemerintah daerah ikut menyukseskan program nasional tentang ketahanan pangan, yaitu dengan memberi dukungan infrastruktur kepada para petani dengan perbaikan infrastruktur jalan pertanian,” kata Sutik, Rabu, 12 November 2025.

Menurutnya, akses menuju lahan pertanian di Samuda saat ini masih sulit dilalui. Petani bahkan terpaksa mengangkut hasil panen melalui sungai-sungai kecil menggunakan perahu tradisional.

“Kalau menggunakan kelotok atau perahu-perahu kecil itu terbatas, dan belum lagi biayanya mahal. Jadi tidak sesuai dengan hasil panen padinya,” ujarnya.

Sutik menjelaskan, sebagian badan jalan menuju lahan pertanian sebenarnya sudah terbuka, namun kondisinya belum layak dilalui kendaraan karena belum mendapat perbaikan yang memadai.

“Karena di Samuda ini difokuskan untuk daerah pertaniannya. Memang ada bantuan alat berat hingga alat penggilingan dari pusat, tapi yang dibutuhkan saat ini jalannya. Paling panjang itu sekitar 10 kilometer,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti keluhan petani tersebut agar kegiatan produksi pertanian di Samuda tidak terus terbebani oleh tingginya biaya transportasi.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: