Lensakalteng,com, Palangka Raya - Di balik julukan “Kota Cantik”, Palangka Raya masih menyimpan wajah lain: wilayah yang belum meni

Anggota DPRD Kalteng Agie.
Lensakalteng,com, Palangka Raya – Di balik julukan “Kota Cantik”, Palangka Raya masih menyimpan wajah lain: wilayah yang belum menikmati kemerdekaan pembangunan. Kecamatan Rakumpit, salah satu daerah di pinggiran ibu kota Kalimantan Tengah (Kalteng) itu, masih terisolasi oleh buruknya infrastruktur dasar.
Anggota DPRD Kalteng, Agi, menyoroti kondisi tersebut setelah melakukan reses ke sejumlah kelurahan di Rakumpit beberapa waktu lalu. Hasil kunjungannya menunjukkan masih banyak titik di wilayah kelurahan tersebut yang tertinggal dari sisi pembangunan.
“Usul utama masyarakat di sana, dan kebetulan yang saya lihat salah satu ibu kota di Indonesia masih ada desa tertinggal,” kata Agi, Rabu, 12 November 2025.
Menurut Agi, aspirasi warga sebagian besar berkaitan dengan perbaikan jalan dan jembatan. Akses dasar semacam itu, katanya, menentukan kelancaran roda ekonomi, pelayanan kesehatan, dan pendidikan.
“Aspirasi masyarakat ini akan saya dampingi atau hantarkan langsung ke Gubernur Kalteng, atau secara khususnya dinas terkait,” ujarnya.
Keterbatasan akses, lanjut Agi, membuat ongkos transportasi warga melonjak. Dalam situasi darurat seperti saat membawa pasien ke fasilitas kesehatan, warga harus menggunakan dua kali moda transportasi.
“Minimal harus ada duit dua ratus ribu atau tiga ratus ribu untuk transportasi tersebut,” tuturnya.
Politikus Fraksi PAN itu menilai, ketimpangan pembangunan di Rakumpit mencoreng citra Palangka Raya sebagai kota modern. Ia mendesak pemerintah daerah segera menuntaskan persoalan ini.
“Karena tidak ada sejarahnya di Indonesia itu ada kota dan masih ada juga desa terpencilnya dan terisolasi. Sebab kita mau menghilangkan image itu, dan itu semua memang kewajiban kita selaku anggota dewan dan pemerintah,” katanya. (RN)
COMMENTS