LENSAKALTENG.com, Palangka Raya - Gema konsolidasi politik membahana di Kota Palangka Raya seiring digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Go

Foto : Ketua Umum Partai golongan Karya, Bahlil Lahadalia
LENSAKALTENG.com, Palangka Raya – Gema konsolidasi politik membahana di Kota Palangka Raya seiring digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Kalimantan Tengah. Sebuah hajat besar organisasi yang tak sekadar menjadi agenda rutin, namun dimaknai sebagai momentum strategis untuk meneguhkan soliditas internal dan merumuskan cetak biru pengabdian partai bagi kemajuan bangsa, khususnya di Bumi Tambun Bungai.
Mengangkat tema ambisius, “Golkar Solid, Indonesia Maju, Kalimantan Tengah Sejahtera,” Musda kali ini menjadi panggung bagi Partai Beringin untuk menyelaraskan gerak langkahnya di tengah dinamika politik nasional.
Acara yang dipusatkan di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah ini dihadiri langsung oleh pucuk pimpinan tertinggi partai berlambang beringin, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Kehadirannya memberikan penekanan kuat pada pentingnya evaluasi organisasi dan penguatan struktur demi menghadapi tantangan ke depan.
Dalam sambutan resminya yang penuh semangat di hadapan para kader, Bahlil Lahadalia mengawali dengan ungkapan apresiasi yang mendalam. Fokus utamanya tertuju pada kepemimpinan sebelumnya di tingkat DPD Kalimantan Tengah, yaitu H. Ruslan AS. Bahlil memuji kontribusi, sumbangsih, dan capaian luar biasa yang telah ditorehkan oleh Ruslan AS dan jajaran pengurus.
“Kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak H. Ruslan AS dan seluruh pengurus DPD Golkar Kalimantan Tengah sebelumnya. Dedikasi dan hasil karya beliau sungguh luar biasa. Ini menjadi fondasi kuat yang harus kita lanjutkan dan kembangkan,” ujar Bahlil, memberikan penekanan bahwa keberhasilan partai adalah hasil kerja kolektif dan estafet kepemimpinan yang berkesinambungan.

Bahlil juga menyoroti capaian Golkar di Kalteng di bawah kepemimpinan Ruslan, yang disebut berhasil meraih posisi politik signifikan, termasuk dominasi di beberapa kursi kepala daerah dan capaian kursi legislatif.
Melangkah ke depan, Ketua Umum Golkar itu menyampaikan tiga poin krusial sebagai amanat bagi ketua dan pengurus DPD yang baru terpilih.
Kepada kepengurusan yang akan datang, Bahlil secara tegas berharap mereka dapat “terus berkarya untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat”. Ia mengingatkan kader bahwa meskipun ada perbedaan pandangan atau ‘warna’ politik, inti dari perjuangan Golkar harus tetap sama, niat dan tekad untuk memajukan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kalimantan Tengah.
Pernyataan paling lugas dan filosofis Bahlil yang menarik perhatian adalah penegasannya mengenai ideologi politik Golkar di panggung kekuasaan. Bahlil menyatakan bahwa Partai Golkar memiliki sikap yang jelas dan tegas terhadap peranannya dalam pemerintahan.
“Perlu saya sampaikan di hadapan para kader, Partai Golkar tidak mengenal adanya oposisi. Golkar hanya kenal dengan kerja sama dan kolaborasi untuk membangun negeri ini,” tegasnya.
Filosofi ini mencerminkan orientasi Golkar yang berlandaskan pada prinsip musyawarah dan mufakat serta mengedepankan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok. Menurutnya, sudah saatnya semua pihak “bergandeng tangan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik” daripada terjebak dalam dikotomi politik yang kontraproduktif.
Konsekuensi langsung dari sikap menolak oposisi adalah keharusan untuk berkolaborasi secara nyata di tingkat daerah. Bahlil menekankan bahwa Ketua DPD Golkar Kalteng yang baru harus mampu menjalin sinergi dan kerja sama yang erat dengan pemimpin daerah, seperti dengan Gubernur Kalimantan Tengah. Langkah ini dianggap vital untuk memastikan program-program partai dapat selaras dengan program pembangunan daerah, sehingga dampak kesejahteraan benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat Kalteng.
Mengakhiri pidatonya, Bahlil kembali menegaskan identitas Golkar sebagai partai yang berorientasi pada organisasi dan persatuan. Ia mengingatkan para kader bahwa Golkar adalah partai yang tidak pernah membedakan golongan, ras, suku, maupun agama, karena Partai Golkar adalah wadah untuk semua elemen bangsa.
Musda XI ini diharapkan menjadi titik tolak bagi penguatan struktur partai hingga ke tingkat akar rumput, memastikan bahwa seluruh mesin organisasi bergerak optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan semangat soliditas yang ditanamkan oleh Ketua Umum, Partai Golkar Kalteng kini siap menatap agenda politik ke depan, berbekal tekad untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan Kalimantan Tengah yang lebih sejahtera. (Don)
COMMENTS