PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM - Dalam rangka menyukseskan kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) Fase II, pemerintah telah menyediakan sejumlah 4,
PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM – Dalam rangka menyukseskan kampanye Imunisasi
Measles Rubella (MR) Fase II, pemerintah telah menyediakan sejumlah 4,3 juta botol vaksin MR beserta alat suntik dan logistik pendukungnya, buku Petunjuk Teknis pelaksanaan, serta media sosialisasi kepada masyarakat (iklan layanan masyarakat) baik di televisi, radio dan media sosial. Pemerintah menjamin ketersediaan vaksin MR, sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya dengan tanpa perlu mengeluarkan biaya.
Hal ini diungkapkan, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, Dr. Kirana Pritasari MQIH dalam Press Releases yang disampaikan ke media cetak maupun elektronik pada acara Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) Fase II serentak yang dilakukan di 28 Provinsi di luar Pulau Jawa, Agustus – September 2018 di halaman kantor Gubernur Kalteng, Senin (7/8/2018).
Dijelaskan lebih lanjut, Vaksin MR efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella, aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia, termasuk negara-negara Islam. Vaksin MR yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM.
Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius sangat jarang terjadi.
Pembiayaan kampanye dan introduksi imunisasi MR ini berasal dari dana APBN, hibah luar negeri GAVI (Global Alliance for Vaccine and Immunization), APBD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta sumber lainnya.
Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Sosial, Tim Penggerak PKK Pusat, organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), para mitra seperti WHO, UNICEF, GAVI dan juga lembaga serta organisasi agama dan social kemasyarakatan terkait lainnya, ujar Dr. Kirana.
Melalui kegiatan kampanye dan introduksi imunisasi MR serta pelaksanaan imunisasi rutin dengan cakupan yang tinggi dan merata di seluruh wilayah, kata dia, diharapkan akan tercapai eliminasi penyakit Campak dan pengendalian penyakit Rubella/ Congenital Rubella Syndrome pada tahun 2020 sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat terlindungi dari penyakit berbahaya yang menimbulkan kecacatan dan kematian.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan email kontak@kemkes.go.id. (Wan)

COMMENTS