Palangka Raya Inflasi 0,37 Persen dan Sampit 0,31 Persen

Palangka Raya Inflasi 0,37 Persen dan Sampit 0,31 Persen

PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM - Selama Maret 2018, Palangka Raya terjadi inflasi sebesar 0,37 persen atau mengalami kenaikan indeks harga dari Febru

ASN Diimbau Jangan Gunakan Elpiji 3 Kg
Gubernur Akan Hadiri HUT Bartim ke-20
Bupati Barut Resmikan Jembatan Melawaken

PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM – Selama Maret 2018, Palangka Raya terjadi inflasi sebesar 0,37 persen atau mengalami kenaikan indeks harga dari Februari 2018 (127,64) ke Maret 2018 (128,11).

Inflasi di Palangka Raya didominasi oleh meningkatnya indeks harga kelompok pengeluaran bahan makanan (0,93 persen) dan sandang (0,46 persen). Laju inflasi tahun kalender (0,72 persen), didominasi oleh lonjakan kenaikan indeks harga kelompok sandang (1,49 persen) dan bahan makanan (1,25 persen).

Demikian diungkapkan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng, Hanif Yahya dalam siaran pers pertumbuhan ekonomi di aula kantor BPS setempat, Senin (2/4/2018).

Dikatakannya, sementara inflasi tahun ke tahun (2,30 persen), masih didominasi oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (5,58 persen) dan sandang (4,87 persen).

Laju inflasi tahun kalender di Sampit (1,15 persen) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (2,32 persen), lebih tinggi dibandingkan di Palangka Raya. Laju inflasi di Sampit terutama dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada kelompok kesehatan (3,13 persen) dan sandang (2,94 persen).

“Tingkat inflasi tahun ke tahun didominasi oleh lonjakan kenaikan indeks harga pada kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (6,35 persen) dan sandang (5,02 persen),” terangnya.

Menurutnya, sementara itu, terjadi deflasi pada kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (1,18 persen) dan bahan makanan (0,44 persen).

Dari fluktuasi harga eceran komoditas pantauan selama Maret 2018, kelompok bahan makanan memiliki andil paling dominan terhadap inflasi di Palangka Raya (0,21 persen) dan di Sampit (0,25 persen).

“Meskipun kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan memiliki andil terhadap inflasi di Palangka Raya (0,04 persen), namun mengalami deflasi di Sampit (0,05 persen),” terang Hanif. (Wan)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: