Pemerintah Nepal Belajar Program GSC ke Katingan

Pemerintah Nepal Belajar Program GSC ke Katingan

LENSA KALTENG,KASONGAN - Pemerintah negara Nepal mengirim delegasinya ke Indonesia untuk belajar langsung terkait program generasi sehat dan cerdas (G

Kapolda Kalteng : Ciptakan Situasi Aman Sebelum, Sesaat dan Sesudah Pilkada
5 Paslon Resmi Terima B1.KWK dari PDI-P Kalteng
Gubernur : KHBS Harus Menyentuh Langsung Kepada Masyarakat

LENSA KALTENG,KASONGAN – Pemerintah negara Nepal mengirim delegasinya ke Indonesia untuk belajar langsung terkait program generasi sehat dan cerdas (GSC). Adapun tujuan studi banding para rombongan tersebut, yakni ke Kabupaten Katingan dan Pulang Pisau.

Di Katingan, sebanyak tujuh orang delegasi itu mengunjungi Desa Hiyang Bana Kecamatan Tasik Payawan. Kedatangan mereka juga didampingi perwakilan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kesehatan, serta Ketua TP-PKK Katingan Daurwatie Sakariyas.

Ketua rombongan delegasi pemerintah Nepal, Jagadish Regmi mengatakan bahwa mereka ingin melihat langsung sejauh mana penanganan kesehatan ibu dan anak di Posyandu Sehati Desa Hiyang Bana, Kabupaten Katingan.

“Sebab negara kami juga mendapat program GSC yang bersumber dari bank dunia. Karena berdasarkan data pemerintah Indonesia, selama ini Katingan dan Pulang Pisau dinilai cukup baik dalam menjalankan program GSC tersebut,” ungkapnya usai mengikuti acara ramah tamah di rujab bupati Katingan Rabu (17/1).

Dia menuturkan, tujuan utama kedatangan mereka adalah studi banding. Tujuan pertama di Katingan, kemudian berlanjut ke Kabupaten Katingan dan berakhir di Kota Palangka Raya untuk melanjutkan perjalan balik ke Nepal.

“Kami ingin melihat lebih jauh, seperti apa pelaksanaan program GSC yang dikaloborasikan dengan kegiatan Posyandu. Ini merupakan wawasan baru bagi kami, saya juga menikmati perjalanan masuk ke desa-desa dengan transportasi tradisional (perahu, Red),” Imbuhnya

Kepala Dinas PMD Katingan Kabul Mustiman menjelaskan, delegasi pemerintah Nepal tersebut penasaran dengan keberhasilan program GSC di Indonesia. Seperti ingin mengetahui bagaimana peran Posyandu dalam melayani kesehatan masyarakat.

“Sebab kegiatan di Posyandu merupakan kegiatan non rumah sakit yang dikelola masyarakat secara mandiri, dalam rangka membantu pelayan kesehatan ibu dan anak hingga balita di tingkat desa,” jelasnya.

Posyandu merupakan garda terdepan suksesi program GSC sejauh ini di Indonesia. Posyandu juga menjadi tempat pembelajaran hingga penanganan masalah kesehatan ibu dan anak sebelum datang ke Puskesmas Pembantu maupun Puskesmas.

“Di Kabupaten Katingan program GSC sudah tersebar di tujuh kecamatan dan 95 desa. Program GSC terintegrasi dengan desa, seperti pelayanan ibu dan anak, ibu hamil dan sebagainya,” imbuhnya.

Camat Tasik Payawan Pimanto merasa berbangga atas kedatangan delegasi pemerintah negara Nepal ke wilayahnya. Hal itu mengindikasikan bahwa pelaksanaan kesehatan dan pendidikan di wilayahnya dinilai cukup baik oleh pemerintah pusat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah daerah yang sudah mempercayakan desa Hiyang Bana sebagai tempat pembelajaran program GSC,” pungkasnya. (BS)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 1
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: