PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM - Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia (BI) mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan me
PALANGKA RAYA, LENSAKALTENG.COM –
Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia (BI) mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa (inflasi), serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.
Sehubungan dengan hal tersebut, Bank Indonesia turut aktif dalam Tim Pengendalian Inflasi baik di tingkat Nasional maupun di tingkat Daerah. Disamping itu, Bank Indonesia juga memiliki program pengembangan Klaster UMKM khususnya komoditas inflasi untuk membantu dalam mengurangi tekanan inflasi.
Program pengembangan klaster UMKM juga bertujuan untuk membantu pengembangan komoditas asli daerah dan dalam upaya mencapai inklusi keuangan yang lebih luas, ungkap Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Setian saat menyampaikan rilis bulanan tentang pertumbuhan ekonomi, Kamis (5/4/2018).
Dikatakan Setian, program Pengembangan Klaster Kantor Perwakilan Bank Indonesia terdiri dari pengembangan klaster komoditas inflasi, local economic development (LED) dan klaster komoditas lainnya.
Dalam klaster komoditas inflasi, pengembangan klaster difokuskan pada 5 (lima) komoditas utama penyumbang inflasi nasional yaitu (1) Daging Ayam Ras; (2) Daging Sapi; (3) Padi; (4) Cabai; (5) Bawang Merah. Sedangkan pengembangan melalui LED memiliki 5 (lima) tema diantaranya (1) Daerah Perbatasan/Tertinggal; (2) Pemberdayaan Perempuan; (3) Nelayan; (4) Industri kreatif; (5) Komoditi Ekspor/Substitusi Impor.
KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah telah memiliki beberapa klaster binaan, baik yang masih aktif maupun yang telah masuk pada tahap phasing out. Beberapa diantaranya adalah Klaster bawang merah (Palangka Raya, Kapuas), klaster padi (Kapuas), klaster cabai merah (Kotawaringin Timur), klaster cabai rawit (Kapuas), klaster kerajinan rotan (Palangka raya, Kapuas) dan klaster karet (Palangka Raya, Pulang Pisau).
Menurutnya, salah satu klaster binaan KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah yang masih aktif adalah klaster cabai rawit “Koperasi Produsen Berkah Nusa Bakti” yang terletak di Desa Bentuk Jaya (A5), Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Klaster ini memiliki 22 (dua puluh dua) orang anggota yang aktif menanam tanaman cabai rawit yang diketuai oleh Mulyadi.
Total lahan yang mereka miliki adalah sekitar ±70 ha dengan luas tanaman cabai pada musim tanam yang lalu adalah sebesar ±8,5 ha. Klaster ini telah memiliki badan hukum sehingga berbentuk Koperasi Produsen. Anggota koperasi sendiri merupakan orang-orang pilihan dari beberapa anggota kelompok tani yang memiliki tekad dan komitmen yang kuat dalam budidaya tanaman cabai.
Pengembangan klaster cabai rawit sendiri baru dimulai pada triwulan IV tahun 2017. Program pembinaan yang telah berjalan adalah pelatihan budidaya cabai dan pencegahan penyakit tanaman yang bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalteng pada tanggal 23 Maret 2018.
Selain itu, lanjut Setian, KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah telah memberikan bantuan berupa sarana teknologi pertanian yaitu 2 (dua) buah cultivator dan pompa air kepada Koperasi dengan total nilai bantuan sebesar ±54 Juta rupiah.
Klaster lain yang masih aktif dibina oleh KPw BI Kalteng adalah Klaster Kerajinan Rotan yang merupakan bagian dari LED. Terdapat 4 (empat) kelompok yang menjadi bagian dari pengembangan Klaster Kerajinan Rotan yaitu (1) Kelompok Rotan Uwei Pambelom (Pulang Pisau); (2) Kelompok Rotan Duta Dare (Palangka Raya); (3) Kelompok Rotan Jawet Itah Bersama (Pulang Pisau); (4) Kelompok Rotan Pahias (Palangka Raya). Pembinaan terhadap klaster kerajinan rotan juga dimulai pada tahun 2017. (Wan)

COMMENTS